LombokFokus|Lombok Barat – Keluhan warga terkait aktivitas BUMDes di bidang ternak bebek pedaging, di Desa Gunungsari ditindaklanjuti lewat mediasi. Mediasi berlangsung di Kantor Desa Gunungsari, Selasa (21/4/2026), sekitar pukul 11.00 Wita, melibatkan warga, aparat desa, serta unsur keamanan.
“Mediasi ini kami dorong, agar persoalan warga bisa diselesaikan dengan cara musyawarah dan tetap menjaga situasi aman,” ujar Kapolsek Gunungsari Iptu Ida Bagus Adnyana Putra, yang dikonfirmasi terpisah.
Dikatakan, Bhabinkamtibmas Desa Gunungsari Aipda Jupan bersama Babinsa dan kepala desa, memfasilitasi pertemuan antara pengelola BUMDes dan warga RT 01 Dusun Pakel. Warga menyampaikan keluhan terkait bau pakan serta kotoran bebek, juga suara bising yang dirasa mengganggu lingkungan sekitar.
“Aparat keamanan dari Polri dan TNI hadir, untuk menjembatani komunikasi antara warga dan pengelola, agar ditemukan solusi terbaik tanpa menimbulkan konflik baru,” kata Iptu Adnyana Putra.
Dijelaskan, mediasi tersebut menghasilkan kesepakatan bersama. Aktivitas pemeliharaan bebek tetap berjalan, hingga masa panen akhir bulan, selanjutnya direncanakan relokasi ke tempat lain yang lebih aman bagi lingkungan.
“Kesepakatan ini jadi langkah awal agar semua pihak merasa nyaman, dan aktivitas usaha tetap berjalan tanpa gangguan bagi warga,” katanya.
Selama kegiatan berlangsung, suasana tetap kondusif. Kehadiran aparat di lokasi memberi rasa aman, sekaligus memastikan komunikasi berjalan lancar hingga tercapai kesepakatan bersama.(djr)












