LombokFokus|Jakarta – Kombes Pol. Dewa Wijaya dikenal sebagai polisi lapangan dengan pengalaman panjang, dalam penanganan kejahatan khusus hingga misi kemanusiaan berskala besar.
Memiliki nama lengkap Dr. I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya, S.H., M.H., perwira menengah Polri melati tiga ini mulai jadi perhatian publik nasional, usai tim Pol Airud yang dipimpinnya sukses melumpuhkan aksi teror saat serangan di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Januari 2016.
Sebelum berkiprah di jajaran reserse, Dewa Wijaya lebih dulu tergabung dalam tim khusus Polisi Udara. Ia juga menempuh pendidikan pilot di sekolah penerbang TNI Angkatan Udara.
Berbagai latihan intensif serta penugasan di wilayah konflik dalam dan luar negeri, ikut membentuk pengalaman serta kemampuannya saat bertugas di lapangan.
Kariernya kemudian berlanjut di Polda Metro Jaya. Dewa Wijaya beberapa kali dipercaya memimpin satuan reserse kriminal dan menangani sejumlah kasus besar.
Pengalaman panjang tersebut membuat sosoknya dikenal tegas, disiplin, serta dekat dengan masyarakat.
“Seorang anggota polisi harus selalu hadir di tengah masyarakat, bukan hanya saat ada masalah, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan rasa aman dan kepastian,” ujar Kombes Pol. Dewa Wijaya, Kamis (28/5/2026), saat ditemui awak media.
Tak cuma fokus pada penegakan hukum, Dewa Wijaya juga dikenal luas saat memimpin operasi kemanusiaan, pascagempa Lombok berkekuatan 7,0 SR pada Agustus 2018.
Saat menjabat Kasatrolda Pol Air Polda NTB, ia turun langsung memimpin evakuasi ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara, dari “Pulau Eksotis” Gili Tramena (Trawangan, Meno, Air) menuju Pelabuhan Bangsal, Pemenang, Lombok Utara.
Jajaran Polair Polda NTB saat itu mengerahkan sejumlah kapal, guna mengevakuasi lebih dari 2.700 wisatawan, demi menghindari ancaman gempa susulan.
Sikap sigap serta ketenangan Dewa Wijaya saat menghadapi kepanikan wisatawan di Gili Trawangan, sempat jadi sorotan media nasional hingga internasional.
“Dalam situasi bencana, yang paling utama adalah menyelamatkan nyawa dan memastikan masyarakat merasa tidak sendiri menghadapi keadaan,” kata Dewa Wijaya.
Usai bencana gempa Lombok, Dewa Wijaya juga menggagas Yayasan NTB Bersatu, guna membantu penyaluran bantuan sosial serta pemulihan wilayah terdampak bencana.
Pengalaman di bidang antiteror, reserse kriminal, penerbangan, hingga operasi kemanusiaan membuat Dewa Wijaya dikenal sebagai figur polisi lapangan dengan kombinasi kepemimpinan, ketegasan, serta kepedulian sosial yang kuat.(djr)












