Scroll untuk baca artikel
BeritaDaerahHeadline

Ketua Yayasan Nurul Bayan Lombok: Program MBG Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan di NTB

×

Ketua Yayasan Nurul Bayan Lombok: Program MBG Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan di NTB

Share this article

 

Mataram | Lombok fokus – Ketua Yayasan Nurul Bayan Lombok, Saipul Hadi, S.Pd.I., menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di Nusa Tenggara Barat (NTB).

IKLAN
Example 120x600

 

Menurut Saipul, program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat tersebut juga membawa dampak ekonomi yang luas melalui keterlibatan berbagai sektor usaha lokal dalam rantai pasok kebutuhan pangan.

 

“Program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi petani, peternak, nelayan, pelaku UMKM, hingga tenaga kerja lokal yang terlibat dalam proses produksi dan distribusi pangan,” ujar Saipul di Mataram, Selasa.

 

Ia mengatakan kehadiran Sentra Pengolahan Pangan Bergizi (SPPG) serta jaringan pemasok lokal menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program tersebut. Kebutuhan bahan pangan yang terus meningkat dinilai mampu mendorong pertumbuhan usaha masyarakat sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.

 

Mantan Ketua Bidang PB HMI itu menilai program MBG memiliki efek domino yang strategis terhadap perekonomian daerah. Berbagai kebutuhan pangan, mulai dari hasil pertanian, perikanan, peternakan hingga produk industri kecil dan menengah, menjadi bagian dari rantai pasok yang mendukung keberlangsungan program.

 

“Perputaran ekonomi tidak hanya terjadi di perkotaan, tetapi juga menjangkau desa-desa yang selama ini menjadi sentra produksi pangan lokal. Ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

 

Saipul menegaskan pentingnya mendorong penggunaan produk-produk lokal sebagai tulang punggung keberlanjutan program MBG. Menurutnya, langkah tersebut dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya saing produk daerah.

 

“Produk lokal harus menjadi prioritas agar manfaat ekonomi program ini dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Dengan demikian, MBG tidak hanya menghasilkan generasi yang sehat dan cerdas, tetapi juga memperkuat ekonomi rakyat,” ujarnya.

 

Secara nasional, Program Makan Bergizi Gratis mulai dijalankan secara bertahap sejak awal 2025 melalui koordinasi Badan Gizi Nasional dengan sasaran peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, serta kelompok rentan lainnya. Program ini menjadi salah satu investasi jangka panjang pemerintah dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

 

Saipul menilai keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari peningkatan status gizi masyarakat, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi daerah.

 

Di NTB, manfaat program tersebut mulai dirasakan melalui meningkatnya permintaan terhadap produk pangan lokal, bertambahnya peluang usaha bagi pelaku UMKM, serta terbukanya kesempatan kerja bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.

 

“Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, petani, nelayan, peternak, dan masyarakat, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan menjadi fondasi pembangunan sumber daya manusia sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan di NTB,” kata Saipul.

Example 120x600
Example 120x600