Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaPolitik

Pengamat Prediksi Hadi Gunawan Tumbangkan Iqbal, Bursa NTB 1 Mulai Memanas

×

Pengamat Prediksi Hadi Gunawan Tumbangkan Iqbal, Bursa NTB 1 Mulai Memanas

Sebarkan artikel ini

MATARAM — Peta politik Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai menunjukkan arah baru setelah mantan Kapolda NTB Irjen Pol (Purn) Hadi Gunawan mendapat dukungan dari 10 DPC Partai Demokrat kabupaten/kota se-NTB untuk memimpin DPD Demokrat NTB periode 2026–2030.

Dukungan tersebut ditegaskan dalam agenda silaturahmi dan konsolidasi bersama Hadi Gunawan di Mataram, Selasa (15/9/2026) malam. Sepuluh DPC menyatakan tetap konsisten mendukung Hadi meski agenda Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Demokrat NTB mengalami penundaan dan masih menunggu jadwal baru dari DPP Partai Demokrat.

IKLAN
Example 300x600

Perkembangan itu membuat nama Hadi Gunawan tidak lagi hanya dibicarakan dalam konteks perebutan kursi Ketua Demokrat NTB.

Nama mantan Kapolda NTB tersebut mulai dikaitkan dengan kontestasi politik NTB 2031.

Jika skenario itu benar-benar terjadi, Hadi berpotensi berhadapan dengan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang saat ini menjabat sebagai kepala daerah.

Sejumlah pengamat bahkan mulai membaca kemungkinan Hadi mampu menjadi penantang serius bagi Iqbal.

Pengamat: Hadi Bisa Jadi Penantang Serius Iqbal

Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Prof. Dr. H. Kadri, melihat langkah Hadi memasuki Partai Demokrat memiliki konsekuensi politik yang lebih luas.

Menurut Kadri, apabila Hadi berhasil memimpin Demokrat NTB, pekerjaan pertamanya adalah membangun kembali kekuatan elektoral partai.

Demokrat NTB sendiri menghadapi pekerjaan rumah setelah perolehan kursinya di DPRD NTB disebut turun dari delapan kursi pada Pemilu 2019 menjadi enam kursi pada Pemilu 2024.

“Perolehan kursi Partai Demokrat menurun, dari sebelumnya meraih 8 kursi pada Pemilu 2019 menjadi 6 kursi pada Pemilu 2024. Ini tantangan bagi Jenderal Hadi jika menjadi Ketua DPD Demokrat NTB,” ujar Kadri.

Namun, jika Hadi mampu memperkuat struktur partai sekaligus meningkatkan perolehan politik Demokrat pada Pemilu 2029, posisi tersebut dapat menjadi modal penting menuju kontestasi gubernur berikutnya.

Di sinilah muncul kemungkinan pertarungan Hadi Gunawan dengan Lalu Muhamad Iqbal.

Hadi Gunawan vs Iqbal, Dua Modal Politik Berbeda

Jika benar bertemu dalam kontestasi NTB 1, Hadi dan Iqbal akan datang dengan modal politik yang berbeda.

Iqbal memiliki posisi sebagai gubernur petahana.

Sementara Hadi membawa pengalaman sebagai mantan Kapolda NTB, jaringan yang terbentuk selama berada di NTB, serta dukungan awal dari 10 DPC Demokrat.

Ketua DPC Demokrat Kabupaten Bima, Misfalah, bahkan secara terbuka menyebut harapan agar Hadi tidak hanya menjadi Ketua Demokrat NTB, tetapi juga maju dalam kontestasi NTB 1.

Dalam pertemuan dengan Hadi, Misfalah menyampaikan harapan agar Hadi dapat bersaing dalam kontestasi gubernur mendatang.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa dukungan terhadap Hadi mulai bergerak melampaui persoalan Musdalub.

Namun, dorongan tersebut belum berarti Hadi telah resmi mencalonkan diri sebagai gubernur.

Prediksi Hadi Bisa Tumbangkan Iqbal Masih Bergantung Banyak Faktor

Munculnya prediksi bahwa Hadi Gunawan dapat mengalahkan Iqbal tidak bisa dilepaskan dari sejumlah faktor yang masih harus dibuktikan.

Pertama, apakah Hadi mampu memenangkan atau mendapatkan legitimasi organisasi sebagai Ketua DPD Demokrat NTB.

Kedua, apakah Demokrat mampu meningkatkan kekuatan elektoralnya pada Pemilu 2029.

Ketiga, seberapa besar jaringan politik Hadi dapat berkembang di seluruh wilayah NTB.

Keempat, bagaimana kinerja pemerintahan Iqbal sampai memasuki momentum politik 2031.

Kelima, bagaimana konfigurasi koalisi dan kandidat yang muncul pada saat pencalonan gubernur benar-benar dibuka.

Karena itu, pertarungan Hadi dan Iqbal saat ini masih merupakan skenario politik, bukan pertarungan elektoral yang sudah berlangsung.

10 DPC Sudah Memberikan Sinyal Kuat

Yang sudah terlihat secara faktual adalah dukungan internal Demokrat terhadap Hadi.

Sepuluh DPC kabupaten/kota menyatakan mendukung, mengusulkan dan mencalonkan Hadi sebagai Ketua DPD Demokrat NTB periode 2026–2030.

Mereka juga menyatakan akan memilih Hadi apabila pemilihan berlangsung melalui voting serta menyatakan tidak memberikan dukungan kepada kandidat lainnya.

Sepuluh DPC tersebut berasal dari Kota Mataram, Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Kabupaten Bima dan Kota Bima.

Namun, dukungan DPC belum otomatis menjadikan Hadi sebagai Ketua Demokrat NTB.

Penetapan akhir tetap mengikuti mekanisme Partai Demokrat dan keputusan DPP.

Hadi Mulai Menyiapkan Demokrat untuk 2029

Hadi sendiri menyatakan siap bekerja apabila dipercaya memimpin Demokrat NTB.

Ia menyebut kekompakan internal sebagai salah satu fondasi utama sebelum menyusun agenda politik jangka menengah dan panjang.

“Baru setelah kompak kita menyusun rencana baik lima tahun ke depan, 10 tahun ke depan,” kata Hadi sebagaimana dikutip IDN Times.

Pernyataan itu menarik karena Pemilu 2029 dapat menjadi salah satu ujian penting bagi kepemimpinan Hadi apabila ia benar-benar dipercaya memimpin Demokrat NTB.

Hasil Pemilu 2029 nantinya juga dapat menjadi salah satu indikator kekuatan partai menjelang dinamika politik daerah berikutnya.

Iqbal Punya Modal Petahana

Di sisi lain, Iqbal memiliki modal yang berbeda.

Sebagai gubernur petahana, Iqbal mempunyai ruang untuk menunjukkan kinerja pemerintahan hingga mendekati periode politik berikutnya.

Program pemerintah, kondisi ekonomi daerah, pembangunan infrastruktur, pelayanan publik serta hubungan politik dengan partai-partai akan menjadi bagian dari dinamika yang berkembang menjelang 2031.

Dengan demikian, posisi Iqbal tidak dapat dibaca hanya dari konfigurasi partai saat ini.

Kinerja pemerintahan selama masa jabatan juga akan menjadi bagian penting dari penilaian publik ketika momentum politik berikutnya tiba.

Dari Musdalub ke NTB 1

Pertarungan sebenarnya, jika memang terjadi, masih panjang.

Hadi terlebih dahulu harus melewati tahapan internal Demokrat. Musdalub yang sebelumnya dijadwalkan pada 18 September 2026 telah ditunda dan jadwal berikutnya masih menunggu keputusan DPP.

Setelah itu, tantangan berikutnya adalah Pemilu 2029.

Barulah setelah seluruh tahapan tersebut dilewati, peta menuju Pilkada 2031 akan semakin jelas.

Karena itu, prediksi bahwa Hadi Gunawan mampu menumbangkan Iqbal masih merupakan proyeksi politik berdasarkan kemungkinan konfigurasi, bukan kesimpulan mengenai hasil pemilihan.

Yang sudah terlihat hari ini adalah satu hal:

10 DPC Demokrat telah merapat ke Hadi Gunawan.

Dan dari dukungan internal tersebut, nama Hadi mulai bergerak dari bursa Ketua Demokrat NTB menuju pembicaraan yang jauh lebih besar: siapa yang akan bertarung memperebutkan NTB 1 pada 2031.

Example 300250
Example 120x600
Example 120x600