Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaHeadline

Kasus Dugaan Keracunan Bermunculan, Pemda Loteng Tetap Dukung Keberlanjutan MBG

×

Kasus Dugaan Keracunan Bermunculan, Pemda Loteng Tetap Dukung Keberlanjutan MBG

Sebarkan artikel ini

 

Lombok Tengah | Lombok Fokus — Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah tetap mendukung keberlanjutan program Makanan Bergizi Gratis (MBG), meski sejumlah kejadian dugaan keracunan makanan dalam pelaksanaannya menjadi perhatian serius.

IKLAN
Example 300x600

Program MBG yang merupakan salah satu program strategis nasional dinilai memiliki tujuan yang baik dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Namun, berbagai persoalan yang muncul di lapangan dinilai perlu menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pengawasan serta memastikan keamanan pangan bagi para penerima manfaat.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pengawas MBG Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, mengatakan berbagai kejadian yang muncul belakangan ini harus menjadi catatan penting bagi pemerintah dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program.

“Program makanan bergizi gratis yang menjadi program strategis nasional ini bagi kami sangat baik, karena dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” ujar Firman di Praya, Selasa (15/9/2026).

Menurutnya, dugaan keracunan yang terjadi di sejumlah daerah tidak semestinya menghilangkan tujuan utama program MBG. Sebaliknya, kejadian tersebut harus dijadikan momentum untuk melakukan perbaikan, terutama dalam hal pengawasan dan monitoring penyediaan makanan.

“Apa yang terjadi di beberapa kejadian, baik keracunan, itu tentunya menjadi catatan yang amat sangat penting bagi pemerintah untuk terus melakukan perbaikan dan terus melakukan pengawasan dan monitoring agar hal buruk yang telah terjadi itu tidak terulang kembali,” katanya.

Firman juga meminta seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penyedia makanan MBG untuk lebih memperhatikan kualitas dan keamanan pangan sebelum makanan didistribusikan kepada penerima manfaat.

“Kami berharap kepada seluruh pengelola SPPG selaku penyedia MBG harus memperhatikan kualitas dan keamanan pangan agar hal buruk yang terjadi belakangan ini tidak terulang kembali,” tegasnya.

Terkait adanya dorongan dari sebagian pihak agar program MBG dihentikan akibat sejumlah kejadian yang terjadi, Firman menilai program tersebut tetap perlu dilanjutkan karena memiliki tujuan yang baik bagi masyarakat.

“Karena sekali lagi ini adalah program pemerintah yang sangat baik. Kami berharap program MBG ini dapat terus dilanjutkan,” ujarnya.

Selain memberikan manfaat bagi penerima, Firman menyebut program MBG juga memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat. Program tersebut melibatkan penyedia bahan makanan, masyarakat dalam rantai pasok, hingga membuka peluang lapangan pekerjaan.

“Selain untuk kebaikan penerima manfaat, dampak terhadap ekonomi juga diterima oleh keluarga masyarakat, penyedia bahan makanan, kemudian ada lowongan pekerjaan juga. Ini luar biasa,” katanya.

Di sisi lain, ia menegaskan masyarakat tetap memiliki ruang untuk ikut melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG. Partisipasi masyarakat dinilai penting sebagai bentuk kontrol sosial, selama dilakukan secara proporsional dan berdasarkan fakta.

“Kami tidak menutup adanya pengawasan atau partisipasi masyarakat secara proporsional yang dapat memantau pelaksanaan penyediaan MBG ini,” pungkasnya.

Example 300250
Example 120x600
Example 120x600