Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaHeadline

KoPITol NTB Dorong UMKM Jadi Penggerak Ekonomi, Ekonomi Biru Harus Berkelanjutan

×

KoPITol NTB Dorong UMKM Jadi Penggerak Ekonomi, Ekonomi Biru Harus Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

MATARAM, LOMBOK FOKUS — Komunitas Peduli Inklusi dan Toleransi (KoPITol) Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengembangan pariwisata, serta pemanfaatan potensi kelautan secara berkelanjutan sebagai langkah memperkuat kemandirian ekonomi daerah.

Gagasan tersebut mengemuka dalam diskusi bertema “Optimalisasi Potensi UMKM, Pariwisata, dan Ekonomi Biru di NTB untuk Mendorong Kemandirian Ekonomi Daerah dalam Rangka Asta Cita Pemerintah” yang digelar di Sayung Resto, Kota Mataram, Minggu (25/10/2026).

IKLAN
Example 300x600

Diskusi menghadirkan Baiq Dewi Anjani dan Lalu Ahmad Rizkan, akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, sebagai narasumber. Sementara itu, Lina Komalasari bertindak sebagai moderator.

Forum tersebut menyoroti pentingnya pembangunan ekonomi yang tidak hanya mengandalkan pemanfaatan sumber daya alam, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat agar mampu mengambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi daerah.
Baiq Dewi Anjani: Pertumbuhan Ekonomi Harus Menyentuh Masyarakat
Dalam pemaparannya, Baiq Dewi Anjani menyoroti potensi ekonomi NTB yang selama ini turut ditopang sektor pertambangan. Namun, menurutnya, penguatan ekonomi daerah juga perlu diarahkan pada pengembangan UMKM agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Potensi ekonomi NTB sangat besar. Namun, pertumbuhan ekonomi harus mampu membuka ruang bagi masyarakat untuk berkembang. UMKM perlu diperkuat agar masyarakat, termasuk generasi muda dan kelompok rentan, memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan mandiri secara ekonomi,” ujar Baiq Dewi Anjani.

Ia juga menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi pelaku UMKM, terutama keterbatasan akses pembiayaan, penguatan rantai pasok, dan keberlanjutan pertumbuhan usaha.

Akses permodalan menjadi salah satu faktor penting agar pelaku UMKM dapat meningkatkan kapasitas produksi, menjaga kualitas produk, serta memperluas jangkauan pemasaran.

Di sisi lain, rantai pasok yang kuat diperlukan untuk menghubungkan produsen lokal dengan pasar yang lebih luas. Dengan demikian, UMKM tidak hanya bertahan sebagai usaha skala kecil, tetapi juga memiliki peluang untuk berkembang dan menciptakan lapangan kerja.

“Persoalan UMKM bukan hanya bagaimana masyarakat memulai usaha, tetapi juga bagaimana usaha tersebut bisa bertahan dan berkembang. Akses pembiayaan, rantai pasok, dan akses pasar harus menjadi perhatian bersama,” demikian pokok pesan yang dapat ditegaskan dalam pemaparan Baiq Dewi Anjani.

Lalu Ahmad Rizkan Soroti Pemanfaatan Ekonomi Biru

Sementara itu, Lalu Ahmad Rizkan, akademisi UIN Mataram, mengangkat pentingnya ekonomi biru atau blue economy sebagai pendekatan pembangunan yang mengoptimalkan potensi kelautan dan perikanan dengan tetap menjaga kelestarian ekosistem.

Sebagai provinsi kepulauan, NTB memiliki potensi sumber daya laut yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Potensi tersebut mencakup kegiatan perikanan, pengolahan hasil laut, hingga usaha pendukung pariwisata bahari.

Namun, pemanfaatan sumber daya laut perlu dilakukan secara bertanggung jawab agar aktivitas ekonomi tidak mengorbankan keberlanjutan lingkungan.

“Ekonomi biru bukan sekadar bagaimana kita mengambil manfaat dari laut, tetapi bagaimana potensi kelautan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. Keberlanjutan harus menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi NTB,” ujar Lalu Ahmad Rizkan.

Menurut perspektif tersebut, pengembangan ekonomi biru perlu didukung peningkatan nilai tambah hasil laut, penguatan usaha masyarakat pesisir, serta kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan komunitas lokal.
Keterhubungan sektor kelautan dengan UMKM dan pariwisata juga dapat membuka peluang usaha baru. Hasil laut, misalnya, dapat dikembangkan melalui industri pengolahan dan pemasaran produk lokal, sementara pariwisata bahari dapat mendorong tumbuhnya usaha masyarakat di sekitar destinasi wisata.

Kemandirian Ekonomi Membutuhkan Kolaborasi

Diskusi KoPITol NTB menempatkan kolaborasi sebagai salah satu unsur penting dalam membangun ekonomi daerah yang inklusif.
Penguatan UMKM, pariwisata, dan ekonomi biru membutuhkan dukungan kebijakan, akses pembiayaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta perluasan akses pasar.
Pertumbuhan ekonomi juga perlu membuka kesempatan bagi kelompok masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap sumber daya dan peluang usaha.

Dalam konteks tersebut, optimalisasi potensi lokal diharapkan tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi, tetapi juga memperluas partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.

Deklarasi Pemuda NTB: Jaga Persatuan dan Lawan Disinformasi

Kegiatan tersebut ditutup dengan deklarasi pemuda yang menegaskan komitmen menjaga persatuan serta melawan penyebaran informasi yang menyesatkan dan ujaran kebencian.
Deklarasi itu memuat dua poin utama:

1. Pemuda NTB menjaga persatuan Indonesia.
2. Pemuda NTB melawan disinformasi, fitnah, dan kebencian (DFK).

Deklarasi ini menempatkan pemuda sebagai bagian penting dalam menjaga kohesi sosial di tengah masyarakat. Selain berperan dalam mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi, generasi muda juga diharapkan mampu membangun ruang publik yang sehat melalui sikap kritis dan tanggung jawab dalam menerima maupun menyebarkan informasi.
Melalui diskusi dan deklarasi tersebut, KoPITol NTB mendorong agar penguatan ekonomi masyarakat berjalan seiring dengan upaya merawat toleransi, menjaga persatuan, dan membangun kolaborasi lintas kelompok.

Optimalisasi UMKM, pariwisata, dan ekonomi biru diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi daerah sekaligus memastikan potensi NTB memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Example 300250
Example 120x600
Example 120x600