LOMBOK TENGAH | Lombok Fokus — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Tengah menyalurkan bantuan senilai Rp300 juta bagi santri berprestasi di sejumlah pondok pesantren. Penyaluran tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap perjuangan pesantren dalam mencetak generasi berilmu, berakhlak, dan bertakwa.
Hal itu disampaikan Ketua II Baznas Kabupaten Lombok Tengah, TGH. Lalu Mala Syar’i, dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional. Menurutnya, Hari Santri bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan bentuk penghargaan dan pengakuan pemerintah terhadap kontribusi besar santri serta pesantren dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Ia menilai, perjuangan santri dan ulama memiliki akar sejarah yang kuat, salah satunya melalui Resolusi Jihad yang digelorakan para kiai dan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Alhamdulillah, kita semua, termasuk pesantren di seluruh Nusantara, dapat menikmati keberkahan dari perjuangan para ulama dan santri terdahulu,” ujarnya, kamis (22/10).
TGH. Lalu Mala Syar’i menjelaskan, peringatan Hari Santri juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, Baznas, dan berbagai elemen masyarakat dalam mendukung kemajuan pesantren.
Menurutnya, keterlibatan Baznas dalam peringatan Hari Santri merupakan wujud nyata kepedulian terhadap santri dan lembaga pendidikan Islam yang selama ini berperan penting dalam membentuk karakter generasi muda.
Ia mengakui, bantuan sebesar Rp300 juta tersebut mungkin belum sebanding dengan besarnya perjuangan pesantren dalam mendidik para santri. Namun, bantuan itu diharapkan menjadi bukti kehadiran dan kepedulian Baznas terhadap para santri berprestasi.
“Apresiasi ini mungkin masih sedikit, tetapi menjadi bukti bahwa Baznas hadir untuk santri dan pesantren yang dengan susah payah mendidik anak-anaknya agar menjadi insan yang muttaqin,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia berharap momentum Hari Santri dapat mengetuk hati para dermawan untuk meningkatkan kepedulian sosial melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui Baznas Kabupaten Lombok Tengah.
Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat penting agar program bantuan dan pemberdayaan umat yang dijalankan Baznas dapat terus ditingkatkan dari tahun ke tahun.
Ia juga mengajak seluruh pondok pesantren di Lombok Tengah untuk membuka ruang kerja sama dengan Baznas, khususnya dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan dan penyaluran zakat, infak, serta sedekah melalui lembaga resmi.
“Kami berharap pondok-pondok pesantren dapat menjalin kerja sama dengan Baznas untuk mengampanyekan pentingnya zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas Kabupaten Lombok Tengah. Insyaallah, ke depan program apresiasi bagi santri akan terus kita tingkatkan,” tutupnya.
Melalui kolaborasi tersebut, Baznas Lombok Tengah berharap dukungan terhadap pesantren tidak hanya diwujudkan melalui bantuan bagi santri berprestasi, tetapi juga melalui penguatan kesadaran berzakat dan peningkatan kesejahteraan umat secara berkelanjutan.















