JEMBRANA — Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Bali Nusra mendorong Pengurus Cabang (PC) PMII Jembrana menjadikan deklarasi organisasi sebagai titik awal penguatan kaderisasi dan gerakan mahasiswa di wilayah Bali.
Dorongan tersebut disampaikan Sekretaris Umum PKC PMII Bali Nusra yang mewakili Ketua PKC PMII Bali Nusra, Suci Ramadhani Putri, dalam momentum Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) sekaligus deklarasi PC PMII Jembrana.
Menurutnya, terbentuknya PC PMII Jembrana tidak boleh dimaknai sebatas bertambahnya struktur organisasi. Lebih dari itu, kehadiran cabang baru tersebut harus mampu melahirkan proses kaderisasi yang berkelanjutan serta memperkuat kontribusi mahasiswa terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat.
“Kehadiran PMII di Jembrana harus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berpikir kritis, memiliki kepekaan sosial yang tinggi, sekaligus membangun PMII Jembrana menjadi lebih baik ke depannya,” ujarnya.
Kaderisasi Jadi Fondasi Utama
PKC PMII Bali Nusra menilai kaderisasi menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan organisasi. Karena itu, PC PMII Jembrana didorong membangun sistem kaderisasi yang konsisten, sekaligus menciptakan ruang bagi kader untuk mengembangkan tradisi intelektual.
Kader PMII, kata dia, tidak cukup hanya aktif dalam struktur organisasi. Mereka juga harus memiliki kemampuan membaca persoalan, membangun argumentasi, mengembangkan daya kritis, serta memiliki keberanian untuk mengambil peran di tengah masyarakat.
“Bagi PKC PMII Bali Nusra, lahirnya PC PMII Jembrana harus menjadi awal dari proses kaderisasi yang serius. Kita ingin kader PMII tumbuh dengan kemampuan membaca persoalan, berpikir kritis, memiliki integritas, dan mampu menerjemahkan nilai-nilai PMII dalam kerja-kerja nyata,” tegasnya.
Menurutnya, tradisi diskusi, kajian dan pembacaan terhadap persoalan masyarakat perlu menjadi bagian penting dalam kehidupan organisasi. Dengan begitu, kaderisasi tidak hanya menghasilkan anggota secara kuantitatif, tetapi juga membentuk kader yang memiliki kapasitas dan karakter.
Dorong Gerakan Mahasiswa yang Kritis dan Konstruktif
Selain kaderisasi, PKC PMII Bali Nusra mendorong PC PMII Jembrana membangun karakter gerakan yang kritis sekaligus konstruktif.
PMII diharapkan mampu membaca berbagai perubahan sosial dan persoalan pembangunan di Jembrana dengan pendekatan intelektual, bukan sekadar kritik tanpa gagasan.
“PMII harus hadir sebagai organisasi yang mampu membaca zaman dan persoalan di sekitarnya. Karena itu, kami berharap PC PMII Jembrana dapat membangun karakter gerakan yang kritis, konstruktif, berintegritas, dan tetap berpijak pada nilai serta ideologi PMII,” lanjutnya.
Dalam konteks tersebut, kritik sosial harus berjalan beriringan dengan kajian, gagasan dan kerja nyata. Mahasiswa didorong tidak hanya menjadi kelompok yang mengkritisi kebijakan, tetapi juga mampu menawarkan perspektif dan solusi atas persoalan yang berkembang di masyarakat.
Jadi Bagian Konsolidasi PMII di Bali
Kehadiran PC PMII Jembrana juga dinilai dapat memperkuat konsolidasi gerakan PMII di wilayah Bali. Sinergi antarcabang diperlukan untuk memperluas jaringan kaderisasi, mempertemukan gagasan, serta memperkuat agenda pengabdian masyarakat.
PKC PMII Bali Nusra berharap PC PMII Jembrana dapat membangun komunikasi dan kolaborasi dengan cabang-cabang PMII lainnya sehingga pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarkader dapat terus berkembang.
Momentum MAPABA dan deklarasi tersebut pun diharapkan menjadi babak awal bagi lahirnya tradisi baru gerakan mahasiswa di Jembrana.
Deklarasi bukan menjadi garis akhir pembentukan organisasi, melainkan pintu masuk bagi proses panjang membangun kader, memperkuat tradisi intelektual, serta menghadirkan PMII yang lebih dekat dengan persoalan masyarakat.
Dengan demikian, lahirnya PC PMII Jembrana diharapkan tidak hanya memperluas struktur PMII di Bali, tetapi juga memperkuat kontribusi mahasiswa dalam membaca persoalan sosial, menyusun gagasan, melakukan pengabdian, dan menghadirkan kerja nyata bagi masyarakat.















