LOMBOK TIMUR – Sebuah video berdurasi sekitar 11 detik yang memperlihatkan kericuhan antara sekelompok siswa dan seorang warga di depan gerbang salah satu sekolah di Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur, viral di media sosial.
Dalam video tersebut, terlihat sejumlah siswa yang masih mengenakan seragam sekolah terlibat aksi saling dorong dan pukul dengan seorang warga di sekitar pintu gerbang sekolah.
Potongan video itu memperlihatkan beberapa siswa mengerumuni seorang warga. Rekaman singkat tersebut kemudian beredar di media sosial dan menuai perhatian warganet.
Belum diketahui secara pasti kronologi maupun penyebab utama terjadinya kericuhan tersebut. Namun, seorang warga setempat menyebut persoalan parkir sepeda motor siswa di sekitar sekolah sebelumnya telah menjadi perhatian warga.
”Emang parkir motor aliyah ini jadi masalah dari dulu Pak. Terlalu mepet sama jalan,” kata salah seorang warga setempat. Sabtu (19/09/2026).
Menurutnya, kondisi parkir kendaraan yang berada cukup dekat dengan badan jalan dinilai dapat mengganggu aktivitas pengguna jalan dan berpotensi menimbulkan persoalan.
Bahkan, warga tersebut menyebut pernah terjadi insiden pengendara terjatuh di sekitar lokasi yang diduga berkaitan dengan kondisi parkir kendaraan.
”Ada yang jatuh di tempat kejadian gara-gara parkiran motor, Pak,” lanjutnya.
Meski demikian, keterangan tersebut belum dapat memastikan apakah persoalan parkir berkaitan langsung dengan kericuhan yang terekam dalam video viral tersebut.
Sedangkan Muhsin, Camat Sakra Timur saat di konfirmasi terkait kejadian tersebut mengatakan pihaknya mengetahui kejadian itu setelah beberapa vidio di kirim melalui Grup WhatsApp miliknya.
”Saya mendapatkan berita itu disertai vidionya dari sebuah grup WA pagi tadi, memang benar tampak kelihatan kejadian didepan MA NWDI Lepak di tempat parkiran yg terlalu mepet dengan badan jalan,” ujar Muhsin.
Sedangkan untuk kronologis kejadian lanjutnya, secara pasti belum dapat dipastikan, yg jelas tempat parkiran sepeda motor siswa MA Lepak itu mepet dengan badan jalan bisa saja itu mengganggu pengguna jalan yang lainnya sehingga menjadi pemicu percekcokan.
“Terkait awal mula kejadian nanti kami coba konfirmasi ke pj. Kades lepak,” tutupnya















