Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat NTB dalam waktu dekat akan digelar. Sejumlah nama mulai mencuat sebagai figur yang berpotensi maju memperebutkan kursi Ketua DPD Demokrat NTB, termasuk tokoh dari luar partai.
Salah satu nama yang mulai menjadi sorotan adalah Oke Wiredarme. Pengusaha muda tersebut mengaku tertarik untuk ikut dalam kontestasi Musda Demokrat NTB.
Menurut Oke, Partai Demokrat merupakan salah satu partai besar di Indonesia yang memiliki daya tarik kuat bagi banyak kalangan.
“Siapapun tentu akan tertarik bergabung dalam Partai Demokrat, karena merupakan salah satu partai besar di Indonesia,” kata Oke, Selasa (19/5/2026).
Oke menilai kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menjadi magnet tersendiri bagi figur muda untuk bergabung dengan partai berlambang mercy tersebut.
“Keberadaan AHY sebagai Ketum hari ini membuat banyak pihak tertarik untuk bergabung. Potensi beliau sebagai pemimpin masa depan Indonesia menjadi magnet banyak orang untuk bergabung dengan Demokrat,” ujarnya.
Ketua DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI/Advokai) NTB itu juga menilai Demokrat saat ini identik dengan semangat kepemimpinan muda dan visioner. Karena itu, ia menilai figur muda memiliki peluang besar untuk ikut bertarung dalam Musda mendatang.
“AHY yang menjadi simbol figur muda yang menduduki posisi Ketum partai sangat menarik generasi muda untuk bergabung. Apalagi memiliki semangat muda dan sangat visioner,” katanya.
Demokrat Buka Diri untuk Tokoh Eksternal
Sebelumnya, Herman Khaeron saat berkunjung ke NTB memberikan sinyal bahwa Partai Demokrat membuka ruang bagi tokoh eksternal untuk bergabung dan berkontribusi di partai.
Di hadapan pengurus dan kader Demokrat NTB, Herman meminta kader tidak menutup diri terhadap figur baru yang ingin masuk ke Demokrat.
“Kalau ada tokoh hebat ingin bergabung, buka pintu selebar-lebarnya. Jangan justru merasa terancam,” tegasnya.
Pernyataan tersebut dinilai memantik sejumlah tokoh eksternal untuk mulai melirik Partai Demokrat menjelang pelaksanaan Musda NTB.
Herman juga menegaskan bahwa sikap protektif justru dapat menghambat pertumbuhan partai. Menurutnya, kehadiran tokoh-tokoh baru seharusnya menjadi motivasi bagi kader untuk meningkatkan kualitas diri.
“Kalau kita menanam hari ini, insyaa Allah kita akan menuai di kemudian hari,” ujarnya.










