Scroll untuk baca artikel
ArtikelBeritaHeadlineKesehatan

Dugaan Keracunan Es Campur, Puluhan Warga Lombok Tengah Jalani Perawatan Medis

×

Dugaan Keracunan Es Campur, Puluhan Warga Lombok Tengah Jalani Perawatan Medis

Share this article
Tim Dikes Lombok Tengah saat menjenguk Pasien diduga keracunan. (Dok.ist)

Lombok Tengah | Lombok Fokus – Puluhan warga di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, menjalani perawatan medis setelah diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi es campur yang dijadikan takjil saat berbuka puasa.

 

IKLAN
Example 120x600

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dinas Kesehatan Lombok Tengah, Putra Wangsa, mengatakan kasus tersebut mulai terdeteksi pada Rabu (4/3) ketika sejumlah warga mendatangi fasilitas kesehatan dengan keluhan mual, muntah, diare, dan pusing.

 

“Berdasarkan keterangan pasien, mereka membeli es campur di Desa Darmaji pada 3 Maret 2026 untuk berbuka puasa. Gejala mulai dirasakan sekitar 20 menit setelah mengonsumsinya,” kata Putra Wangsa, jumat, 6 Februari 2026.

 

Ia menjelaskan, sebagian korban awalnya tidak langsung mendatangi fasilitas kesehatan karena mencoba melakukan pengobatan mandiri di rumah. Namun kondisi beberapa pasien kemudian memburuk hingga mengalami dehidrasi, sehingga mereka memutuskan berobat pada 4 Maret 2026.

 

Para korban selanjutnya mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan di Lombok Tengah.

 

Berdasarkan data sementara hingga 6 Maret 2026, jumlah warga yang datang berobat tercatat di empat fasilitas kesehatan, yakni Puskesmas Muncan sebanyak 17 orang, Puskesmas Pengadang enam orang, Puskesmas Langko delapan orang, dan RSI Yatofa enam orang. Dengan demikian total korban sementara mencapai 37 orang.

 

Putra Wangsa mengatakan pihak Dinas Kesehatan Lombok Tengah saat ini masih melakukan penyelidikan epidemiologis untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.

 

“Ini masih laporan awal. Tim masih melakukan penelusuran di lapangan untuk memastikan sumber penyebabnya,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, perkembangan lebih lanjut terkait kasus tersebut akan disampaikan kembali setelah proses investigasi dan pengumpulan data selesai dilakukan.

Example 120x600
Example 120x600