Lombok Tengah | Lombok Fokus – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Ardhia Rinjani Kabupaten Lombok Tengah menunjukkan perubahan kinerja yang signifikan dalam lima tahun terakhir.
Setelah sebelumnya berada dalam kategori kurang sehat, perusahaan daerah tersebut kini dinilai masuk kategori baik atau sehat. Tak hanya itu, laba bersih PDAM terus meningkat hingga mencapai sekitar Rp2,6 miliar pada tahun buku 2025.
Perbaikan kinerja tersebut juga mulai memberikan kontribusi langsung kepada pemerintah daerah melalui setoran dividen.
Direktur PDAM Tirta Ardhia Rinjani, Bambang Supratomo, mengatakan peningkatan kinerja perusahaan terlihat dari tren laba yang terus tumbuh sejak 2021.
Pada 2021, laba bersih PDAM tercatat sekitar Rp231 juta. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi sekitar Rp600 juta pada 2022, sekitar Rp1 miliar pada tahun berikutnya, hingga menembus Rp2 miliar pada tahun-tahun terakhir.
Pada tahun buku 2025, laba bersih PDAM mencapai sekitar Rp2,6 miliar.
“Sejak 2021, PDAM sudah bisa menghasilkan laba bersih dan trennya meningkat,” kata Bambang saat menyampaikan laporan pertanggungjawaban Direksi dan Dewan Pengawas PDAM Tirta Ardhia Rinjani, Selasa (11/8/2026).
Menurut Bambang, peningkatan laba tersebut tidak hanya dipengaruhi pertumbuhan jumlah pelanggan. Perbaikan tata kelola, efisiensi dan efektivitas operasional, serta kemampuan mengoptimalkan pelanggan potensial turut menjadi faktor meningkatnya pendapatan perusahaan.
Pengembangan pelanggan bisnis juga menjadi salah satu peluang yang terus dikembangkan. Termasuk kebutuhan air untuk kawasan Mandalika yang dinilai memiliki potensi besar bagi peningkatan pendapatan PDAM.
“Yang selama ini narasinya PDAM selalu merugi, alhamdulillah sudah bisa kami jawab dengan adanya laba bersih dan dividen,” ujarnya.
Dari Kurang Sehat Menjadi Sehat
Perubahan kinerja PDAM juga tercermin dari hasil evaluasi perusahaan.
Bambang menjelaskan, sebelum 2021 PDAM masih berada dalam kategori kurang sehat. Namun, hasil evaluasi dan audit dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya perbaikan hingga perusahaan masuk kategori baik atau sehat.
“Dari hasil audit menunjukkan PDAM sudah masuk kategori baik, sehat, tidak sakit lagi,” katanya.
Dari laba bersih tahun buku 2025 sekitar Rp2,6 miliar, PDAM ditetapkan menyetorkan dividen kepada pemerintah daerah sebesar 10 persen.
Nilainya diperkirakan mencapai sekitar Rp260 juta hingga Rp300 juta.
Besaran dividen tersebut ditentukan berdasarkan hasil audit laporan keuangan dan keputusan pemerintah daerah selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM).
Berdasarkan peraturan daerah yang ditetapkan pada 2022, PDAM dapat menyetorkan dividen maksimal 50 persen dari laba bersih. Namun, angka tersebut tidak bersifat wajib karena pemerintah daerah tetap mempertimbangkan kebutuhan pengembangan perusahaan.
Sisa laba dapat digunakan untuk memperkuat operasional PDAM, termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan perbaikan jaringan perpipaan.
Layanan Baru Menjangkau 16 Persen Penduduk
Meski kinerja keuangan menunjukkan tren positif, PDAM masih menghadapi tantangan besar dalam memperluas cakupan pelayanan.
Saat ini, layanan PDAM baru menjangkau sekitar 16 persen penduduk Lombok Tengah, dengan jumlah pelanggan berkisar 53.000 hingga 54.000 pelanggan.
Pemerintah daerah pun meminta PDAM tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap layanan air bersih.
Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mengatakan pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan agar PDAM semakin sehat dan mampu meningkatkan kontribusinya.
“Walaupun tidak besar, tetapi kontinu. Ada juga sumbangsih kepada pemerintah daerah dalam bentuk dividen,” kata Pathul.
Menurutnya, salah satu pekerjaan rumah PDAM ke depan adalah memperbanyak sambungan rumah dengan tetap menjaga kualitas pelayanan.
“Catatan kami tentu memperbanyak sambungan rumah dengan memberikan pelayanan yang terbaik, kualitas dan kuantitas,” ujarnya.
Untuk mendukung perluasan layanan, Pemkab Lombok Tengah juga menyiapkan pembangunan SPAM Cerorong-Danau Biru.
Saat ini, pemerintah daerah tengah menyiapkan lahan untuk pembangunan reservoir dan Instalasi Pengolahan Air (IPA).
Pembangunan tersebut diharapkan dapat memperkuat pasokan air di wilayah Pringgarata, Jonggat hingga Praya Barat.
Setelah kebutuhan wilayah barat terpenuhi, distribusi air ditargetkan dapat diperluas ke wilayah timur hingga kawasan selatan.
Dengan capaian tersebut, tantangan PDAM Tirta Ardhia Rinjani ke depan bukan hanya mempertahankan tren laba, tetapi memastikan perbaikan kesehatan perusahaan ikut berdampak pada semakin luasnya akses masyarakat Lombok Tengah terhadap layanan air bersih.















