Lombok Tengah | Lombok Fokus– Dinas Pendidikan Lombok Tengah mencatat kekurangan hampir 100 guru Taman Kanak-kanak (TK) negeri. Kondisi tersebut direspons melalui penataan tenaga pendidik berbasis kualifikasi dan linearitas pendidikan.
Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Lombok Tengah, Muhammad Nazim, mengatakan solusi utama yang disiapkan adalah redistribusi Guru ASN yang mengajar di SD kembali menjadi guru PAUD.
“Guru PAUD yang linier, memiliki ijazah serta sertifikasi PG PAUD, akan kita optimalkan kembali ke TK,” katanya.
Ia menegaskan, penempatan guru tetap mengacu pada standar akademik. Guru dengan kualifikasi tidak sesuai tidak dapat dialihkan ke PAUD atau TK demi menjaga mutu pembelajaran anak usia dini.
Menurut Nazim, penataan guru di jenjang TK relatif lebih baik dibanding SD dan SMP, sehingga pemenuhan kekurangan guru menjadi fokus utama saat ini. Dari sisi manajerial, 109 dari 116 TK Negeri di Lombok Tengah telah memiliki kepala sekolah definitif.
Terkait tenaga honorer, ia memastikan guru TK honorer tetap dibutuhkan karena kekurangan tenaga pendidik masih terjadi.
“Tidak ada guru TK honorer yang dirumahkan,” ujarnya.
Nazim menambahkan, penguatan sumber daya manusia juga dilakukan melalui pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Lebih dari 400 guru PAUD telah berstatus P3K atau sekitar 50 persen dari total tenaga pendidik.
Selain itu, dukungan sarana pembelajaran terus ditingkatkan. Dari 1.008 lembaga PAUD di Lombok Tengah, hampir setengahnya telah menerima bantuan TV digital dan laptop, dengan target seluruh PAUD memperoleh bantuan serupa tahun ini.






