Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaDaerah

Pilkades Kawo Jangan Sekadar Perebutan Kursi, Pemuda Dorong Adu Gagasan dan Visi untuk Masa Depan Desa

×

Pilkades Kawo Jangan Sekadar Perebutan Kursi, Pemuda Dorong Adu Gagasan dan Visi untuk Masa Depan Desa

Sebarkan artikel ini

 

Lombok Tengah | Lombok Fokus — Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), pemuda Desa Kawo, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, mendorong agar pesta demokrasi di tingkat desa tidak berhenti pada persoalan siapa yang memenangkan kontestasi.

IKLAN
Example 300x600

 

Pemuda menilai Pilkades harus menjadi ruang bagi para calon kepala desa untuk menawarkan gagasan, visi, serta program pembangunan yang realistis dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

 

Pandangan tersebut disampaikan pemuda Desa Kawo, Habibi, yang menilai momentum Pilkades merupakan kesempatan penting bagi masyarakat untuk menentukan arah masa depan desa.

 

Menurutnya, masyarakat perlu menggunakan hak pilih secara bijak dengan mempertimbangkan kapasitas, integritas, rekam jejak, serta kemampuan calon dalam menyusun program yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

 

“Pilkades jangan hanya menjadi momentum menentukan siapa yang menjadi kepala desa. Masyarakat juga harus melihat gagasan, visi, rekam jejak, dan kemampuan calon membawa Kawo ke arah yang lebih baik,” ujar Habibi.

 

Ia menekankan, kepala desa ke depan tidak cukup hanya memiliki kemampuan menjalankan administrasi pemerintahan. Pemimpin desa juga dituntut mampu membangun kolaborasi, membuka ruang partisipasi masyarakat, serta melibatkan pemuda dalam berbagai program pembangunan dan inovasi desa.

 

Habibi juga mengingatkan agar pelaksanaan Pilkades tetap berlangsung secara sehat, damai, dan dewasa. Perbedaan pilihan politik, menurutnya, merupakan sesuatu yang wajar dalam demokrasi dan tidak seharusnya menjadi alasan munculnya permusuhan maupun perpecahan di tengah masyarakat.

 

Ia berharap masyarakat dapat menghindari praktik politik transaksional yang berpotensi merusak kualitas demokrasi serta hubungan sosial antarwarga.

 

“Berbeda pilihan itu biasa. Jangan sampai karena Pilkades kita kehilangan persaudaraan, kebersamaan, dan gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Kawo,” katanya.

 

Pemuda Tantang Calon Jawab: Kawo Akan Dibawa ke Mana?

 

Habibi menilai para calon kepala desa perlu diberikan ruang yang cukup untuk menyampaikan visi dan misi secara terbuka kepada masyarakat.

 

Forum dialog publik, penyampaian program, hingga diskusi mengenai persoalan desa dinilai penting agar masyarakat tidak memilih hanya berdasarkan kedekatan, tekanan, hubungan keluarga, ataupun janji sesaat.

 

Menurutnya, Desa Kawo memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi desa yang mandiri dan produktif.

 

Berada di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah bagian selatan, Kawo memiliki peluang pengembangan sektor pertanian, peternakan, budaya, hingga ekonomi masyarakat. Posisi wilayah Pujut yang strategis dengan akses menuju Bandara Internasional Lombok dan kawasan pariwisata Mandalika juga dinilai dapat menjadi peluang yang harus dimanfaatkan pemerintah desa.

 

Karena itu, pemuda Desa Kawo mengajukan satu pertanyaan sederhana kepada seluruh calon kepala desa:

 

“Kawo akan dibawa ke mana?”

 

Pertanyaan tersebut dinilai menjadi penting karena pemimpin desa tidak hanya dituntut memenangkan kontestasi, tetapi juga harus mampu menyusun arah pembangunan yang jelas dan terukur.

 

Masyarakat, kata Habibi, perlu mengetahui bukan hanya siapa calon yang maju, tetapi juga apa gagasannya, bagaimana rekam jejaknya, serta sejauh mana kemampuannya menyelesaikan persoalan yang dihadapi desa.

 

Jangan Lupakan Pemuda

 

Habibi juga menyoroti pentingnya keberpihakan calon kepala desa terhadap generasi muda.

 

Menurutnya, pembangunan desa tidak semata-mata berbicara mengenai jalan, infrastruktur, atau pembangunan fisik. Desa yang maju juga harus mampu melahirkan generasi muda yang aktif, produktif, kreatif, dan memiliki ruang untuk berkembang.

 

Pemuda dapat menjadi kekuatan dalam bidang olahraga, pendidikan, kegiatan sosial, ekonomi kreatif, budaya, hingga pengembangan potensi lokal.

 

Karena itu, calon kepala desa diharapkan memiliki program konkret yang memberikan ruang partisipasi, dukungan fasilitas, serta kesempatan bagi pemuda untuk ikut terlibat dalam pembangunan desa.

 

“Desa yang maju bukan hanya desa yang jalannya bagus, tetapi juga desa yang mampu melahirkan generasi muda yang aktif, produktif, dan punya gagasan untuk masa depan,” tegas Habibi.

 

Ia mengajak masyarakat Desa Kawo agar menggunakan hak politik secara sadar dan rasional. Pilihan, menurutnya, harus didasarkan pada gagasan, integritas, kapasitas kepemimpinan, dan komitmen terhadap kepentingan masyarakat.

 

Pemuda Harus Kawal Demokrasi hingga Setelah Pilkades

 

Bagi Habibi, keterlibatan pemuda dalam Pilkades tidak boleh berhenti ketika pencoblosan selesai.

 

Pemuda harus menjadi kelompok yang kritis dan konstruktif dalam mengawal jalannya pemerintahan desa setelah kepala desa terpilih.

 

Forum diskusi, dialog publik, serta ruang penyampaian aspirasi dinilai dapat menjadi bagian dari upaya membangun budaya demokrasi yang lebih sehat di tingkat desa.

 

Pada akhirnya, kemajuan Desa Kawo tidak hanya bergantung pada siapa yang terpilih sebagai kepala desa. Pemerintahan yang baik juga membutuhkan masyarakat yang aktif, pemuda yang kritis, serta tata kelola desa yang transparan dan terbuka.

 

“Pilkades seharusnya menjadi awal perubahan, bukan sekadar pergantian kekuasaan. Kawo membutuhkan pemimpin yang menawarkan masa depan, bukan hanya menjual janji,” pungkas Habibi.

 

Dengan demikian, momentum Pilkades diharapkan menjadi kesempatan bagi seluruh masyarakat Desa Kawo untuk menentukan masa depan desa berdasarkan gagasan, integritas, kapasitas, dan keberpihakan terhadap kepentingan rakyat.

Example 300250
Example 120x600
Example 120x600