LOMBOK TIMUR — Sejumlah warga Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, mendatangi Kantor Desa Ekas Buana, guna menyampaikan keluhan mereka terkait persoalan yang melibatkan Sekretaris Desa (Sekdes) Ekas Buana dengan salah satu warga yang di duga dihamili oleh oknum Sekdes tersebut. Rabu (23/9/2026).
Dalam penyampaian aspirasi tersebut, warga meminta pemerintah Desa melakukan klarifikasi dan pemeriksaan secara objektif terhadap informasi yang berkembang di tengah masyarakat, karena yang bersangkutan merupakan aparatur desa yang seharunya menunggu tinggi nilai sosial dan menjaga etika.
Diitempat terpisah, Ketua Umum Ormas Gerakan Advokasi Nusantara (Ganas) Lalu Anugrah Bayu Adi yang cukup fokus mengadvokasi korban-korban dugaan kekerasan seksual ikut berkomentar dengan meminta Pemda Lotim melalu Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) segera mengambil tindakan.
“Dugaan ini tidak boleh berlarut-larut, kami berharap Dinas terkait segera mengambil langkah agar kondisi sosial di desa tersebut kembali kondusif,” jelas Lalu Anugerah Bayu Adi.
Anugrah menilai, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian karena menyangkut seorang aparatur pemerintah desa. Mereka meminta agar setiap informasi yang beredar tidak dibiarkan tanpa kejelasan, sehingga tidak berkembang menjadi polemik maupun konflik di tengah masyarakat.
“jika nantinya hasil asesmen Dinas terkait membuktikan dugaan kekerasan seksual yang dilakukan terbukti, maka terduga harus di proses sesuai hukum yang berlaku,” tutupnya.
Ditempat terpisah, Kepala DPMD Lotim Hambali saat di konfirmasi mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan jajaran dinbawah guna memeprjelas masalah tersebut.
“Pak camat jerowaru bersama Pj Kades Ekas Buana sedang melakukan mediasi bersama pihak terkait,” jelas Hambali melalui WhatsApp.















