Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
ArtikelBeritaPendidikan

Dari Tantangan Menjadi Inovasi: PANCARASA Hadir untuk Pembelajaran Pancasila yang Lebih Bermakna

×

Dari Tantangan Menjadi Inovasi: PANCARASA Hadir untuk Pembelajaran Pancasila yang Lebih Bermakna

Sebarkan artikel ini

MATARAM – Bagaimana membuat pembelajaran Pendidikan Pancasila lebih menarik, terarah, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari murid? Pertanyaan inilah yang melatarbelakangi lahirnya PANCARASA, sebuah platform digital yang dirancang untuk membantu guru mengelola pembelajaran secara lebih terpadu.

PANCARASA merupakan singkatan dari Platform Desain Pembelajaran Pendidikan Pancasila Terpadu. Inovasi ini dikembangkan oleh Fahrurrizal Umam, M.Pd., mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru 2026. Gagasan tersebut dipresentasikan dalam Ujian Kinerja Seminar Karya Inovasi PPG Calon Guru 2026 di Gedung E FKIP Universitas Mataram, Selasa (3/11/2026).

IKLAN
Example 300x600

Dalam seminar tersebut, Fahrurrizal Umam memaparkan rancangan PANCARASA di hadapan dosen penguji Dr. Lalu Sumardi, M.Pd., dan guru penguji Sri Ayulan, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ini dibimbing oleh M. Zubair, M.Pd. selaku dosen pembimbing.

 

Gagasan PANCARASA berangkat dari tantangan yang kerap dijumpai dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. Materi, media, aktivitas, dan asesmen sering kali masih tersebar di berbagai tempat. Kondisi ini dapat membuat persiapan pembelajaran menjadi kurang praktis dan pengalaman belajar murid belum sepenuhnya terhubung.

Melalui PANCARASA, berbagai kebutuhan pembelajaran tersebut dirancang dalam satu platform. Guru dapat mengintegrasikan tujuan pembelajaran, materi ajar, video dan media pendukung, aktivitas belajar, asesmen, hingga refleksi dalam satu alur yang lebih terstruktur.

Dengan pendekatan ini, murid tidak hanya diarahkan untuk membaca materi atau menghafal konsep. Mereka juga diajak berdiskusi, menganalisis persoalan, menyampaikan pendapat, bekerja sama, dan menghubungkan nilai-nilai Pancasila dengan kehidupan sehari-hari.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pengembangan PANCARASA adalah fleksibilitas penggunaannya. Platform ini tidak hanya dirancang untuk satu materi tertentu, tetapi dapat dikembangkan sesuai kebutuhan pembelajaran, mulai dari materi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, hingga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

PANCARASA juga membawa gagasan bahwa teknologi dalam pendidikan seharusnya tidak sekadar mengubah bahan ajar menjadi tampilan digital. Teknologi perlu dimanfaatkan untuk membantu guru merancang pembelajaran yang saling terhubung sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi murid.

Dalam pengembangannya, platform ini mengacu pada teori konstruktivisme, belajar bermakna, pendekatan TPACK, serta prinsip pembelajaran mendalam yang mencakup berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

Presentasi karya inovasi tersebut mendapat tanggapan dan masukan dari tim penguji. Gagasan PANCARASA dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut, terutama dalam mendukung integrasi komponen pembelajaran dan pemanfaatan teknologi dalam Pendidikan Pancasila. Berbagai masukan yang diberikan menjadi bahan penyempurnaan agar platform ini semakin sesuai dengan kebutuhan guru dan murid.

Fahrurrizal menjelaskan bahwa PANCARASA dikembangkan dengan harapan dapat membantu guru mempersiapkan pembelajaran secara lebih praktis tanpa mengurangi kualitas proses belajar.

“Bagi saya, teknologi dalam pendidikan bukan sekadar memindahkan materi ke dalam bentuk digital. Lebih dari itu, teknologi harus membantu membangun pembelajaran yang terencana, saling terhubung, dan bermakna. Itulah gagasan yang ingin saya hadirkan melalui PANCARASA,” ungkapnya.

Ke depan, PANCARASA akan terus disempurnakan melalui pengembangan tampilan, penambahan media pembelajaran, variasi aktivitas interaktif, serta penguatan sistem asesmen dan evaluasi. Implementasi dan evaluasi lebih lanjut juga diperlukan untuk mengetahui sejauh mana platform ini dapat memberikan manfaat dalam pembelajaran di sekolah.

Melalui inovasi ini, Fahrurrizal Umam berharap Pendidikan Pancasila dapat terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan esensi utamanya: membantu murid memahami nilai, merasakan makna, dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

 

PANCARASA membawa satu pesan sederhana: pembelajaran Pancasila bukan hanya tentang mengetahui nilai, tetapi juga memahami dan menghidupkannya dalam tindakan.

Oleh: Fahrurrizal Umam _ Inisiator Nalar Didik

 

Example 300250
Example 120x600
Example 120x600