Lombok Tengah | Lombok Fokus – Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. H. M. Nursiah, S.Sos., M.Si., menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2024 dalam rapat paripurna DPRD, Senin (25/3). Dalam pidatonya, Nursiah menyoroti pencapaian pembangunan daerah, terutama pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan.
Dalam laporannya, Wabup Nursiah menyebut bahwa perekonomian Lombok Tengah menunjukkan tren positif. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada 2024 mencapai Rp22,6 triliun, naik Rp1,35 triliun dari tahun sebelumnya. PDRB per kapita juga mengalami peningkatan menjadi Rp11,53 juta, lebih tinggi dibandingkan 2023 yang tercatat sebesar Rp10,95 juta.
“Peningkatan ini tidak lepas dari berbagai proyek strategis dan event internasional seperti MotoGP yang berdampak besar pada sektor ekonomi,” ujar Nursiah.
Angka kemiskinan di Lombok Tengah mengalami penurunan dari 12,93% pada 2023 menjadi 12,07% pada 2024. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga mengalami peningkatan dari 70,41 menjadi 71,19, menunjukkan akses yang lebih baik terhadap pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.
“Kami terus berupaya mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan program terpadu yang melibatkan berbagai pihak,” tambahnya.
LKPJ 2024 juga mencatat realisasi pendapatan daerah sebesar Rp2,72 triliun atau 101,63% dari target awal Rp2,68 triliun. Pendapatan Asli Daerah (PAD) pun mengalami peningkatan signifikan, mencapai Rp405,3 miliar atau 106,57% dari target.
Di sisi lain, belanja daerah terealisasi sebesar Rp2,61 triliun atau 96,80% dari target. Anggaran ini dialokasikan untuk sektor prioritas, termasuk pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Pemkab Lombok Tengah menetapkan sembilan prioritas pembangunan dalam RKPD 2024 dengan tema “Peningkatan Daya Saing Sumber Daya Manusia dan Inovasi Daerah Menuju Akselerasi Ekonomi Berkelanjutan.” Beberapa fokus utama meliputi:
1. Peningkatan mutu layanan pendidikan dan kesehatan
2. Penguatan ekosistem pariwisata
3. Standarisasi produk unggulan daerah
4. Peningkatan kualitas infrastruktur dan layanan publik
“Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, kami optimis dapat mencapai target pembangunan berkelanjutan,” tegas Nursiah.
Mengakhiri pidatonya, Wabup Lombok Tengah menegaskan bahwa masih ada tantangan yang harus diatasi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Ia pun mengajak seluruh pihak untuk memberikan masukan dalam rangka meningkatkan kinerja pemerintahan daerah ke depan.
“Kami terbuka terhadap kritik dan evaluasi demi kemajuan Lombok Tengah,” tutupnya.








