Scroll untuk baca artikel
ArtikelBerita

Sidak Pasar Renteng Praya, DPRD Loteng Temukan Data Harga Tak Sinkron

×

Sidak Pasar Renteng Praya, DPRD Loteng Temukan Data Harga Tak Sinkron

Share this article

 

Lombok Tengah | Lombok fokus – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Ferdian Elmansyah, bersama sejumlah anggota komisi melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Renteng Praya,. Sidak ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok selama bulan Ramadan.

IKLAN
Example 120x600

 

Kegiatan tersebut berlangsung saat memasuki hari ke-6 Ramadan. Sebelumnya, berdasarkan pantauan media sehari menjelang Ramadan, harga cabai di Pasar Renteng sempat menembus Rp130 ribu per kilogram, memicu kekhawatiran masyarakat terkait lonjakan harga kebutuhan pokok.

 

Dalam sidak tersebut, rombongan DPRD turut didampingi perwakilan Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Badan Pangan Nasional serta Satgas Pangan.

 

Data Harga Tidak Sesuai Lapangan

Dari hasil pemantauan langsung di lapangan, Komisi II DPRD menemukan adanya ketidaksesuaian antara data harga bahan pokok yang tercatat dengan harga riil di pasar.

 

Perbedaan data ini dinilai dapat berdampak pada kebijakan pengendalian inflasi daerah.

Lalu Ferdian Elmansyah menegaskan pentingnya akurasi pendataan harga oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

 

“Kita mendorong agar pendataan harga dilakukan lebih cermat dan rutin. Data harus benar-benar sesuai dengan kondisi di pasar agar kebijakan yang diambil tepat sasaran,” ujarnya.

 

 

Komisi II juga menyoroti komoditas cabai yang dinilai menjadi salah satu faktor utama penyumbang inflasi di Lombok Tengah. Lonjakan harga cabai menjelang Ramadan hingga mencapai Rp130 ribu per kilogram menjadi perhatian khusus.

 

Menurutnya, pola distribusi cabai perlu dibenahi agar tidak memicu kenaikan harga yang berulang setiap momen hari besar keagamaan.

 

Dorong Distribusi Cabai Lokal

DPRD mendorong adanya solusi konkret agar hasil panen cabai petani Lombok Tengah yang melimpah dan bahkan surplus dapat langsung dipasarkan di wilayah sendiri, tanpa harus keluar daerah terlebih dahulu.

 

Pasalnya, distribusi cabai yang keluar daerah lalu kembali masuk ke Lombok Tengah dinilai berpotensi menyebabkan harga semakin tinggi akibat rantai distribusi yang panjang.

 

“Kita punya produksi cabai yang cukup. Harus ada mekanisme agar hasil petani lokal bisa langsung terserap di pasar Lombok Tengah. Ini penting untuk menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi,” tegasnya.

 

Komisi II DPRD Lombok Tengah memastikan akan terus melakukan pengawasan terhadap pergerakan harga bahan pokok selama Ramadan guna menjaga daya beli masyarakat tetap stabil.

Example 120x600
Example 120x600