Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaDaerahPendidikan

ITB dan UTS Edukasi Warga Desa Pukat Sumbawa Hadapi Ancaman Gempa dan Tsunami

×

ITB dan UTS Edukasi Warga Desa Pukat Sumbawa Hadapi Ancaman Gempa dan Tsunami

Sebarkan artikel ini

SUMBAWA — Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) memberikan edukasi mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami kepada masyarakat Desa Pukat, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa, Jumat (31/7/2026).

 

IKLAN
Example 300x600

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan warga pesisir dalam menghadapi potensi bencana geologi, khususnya gempa bumi dan tsunami yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

 

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah akademisi dari ITB dan UTS, di antaranya Prof. Ir. Sri Widiyantoro, M.Sc., Ph.D. dan Dr. Ir. Endra Gunawan, S.T., M.Sc. dari ITB. Turut hadir Dekan Fakultas Teknologi, Lingkungan, dan Mineral (FTLM) UTS Dedy Dharmawansyah, S.T., M.T., Ketua Program Studi Teknik Pertambangan UTS Sayidatina Hayatuzzahra, S.T., M.Eng., bersama tim pengabdian masyarakat.

 

Selain akademisi, kegiatan tersebut juga diikuti perwakilan Kecamatan Utan, Pemerintah Desa Pukat, kepala dusun, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

 

ITB Ingatkan Potensi Gempa dan Tsunami di Sumbawa

 

Dalam sambutannya, Prof. Sri Widiyantoro mengingatkan masyarakat bahwa wilayah Nusa Tenggara Barat, termasuk Sumbawa, memiliki potensi ancaman gempa bumi dan tsunami.

 

Ia meminta masyarakat tidak mengabaikan risiko bencana, namun terus meningkatkan kesiapsiagaan melalui pengetahuan dan persiapan yang matang.

 

“Wilayah ini semuanya berpotensi untuk tsunami dan gempa. Ingat kejadian Gempa Flores dan Gempa Lombok. Potensi itu akan selalu ada, maka dari itu persiapkan diri sebaik mungkin,” ujar Prof. Sri.

 

Menurutnya, edukasi kebencanaan menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana alam.

 

Desa Pukat Apresiasi Kolaborasi ITB dan UTS

 

Perwakilan Kecamatan Utan menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang dilakukan ITB dan UTS. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesiapan menghadapi bencana.

 

“Kami sangat mendukung kegiatan dedikasi dan inovasi seperti ini karena memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana,” katanya.

 

Sementara itu, Kepala Desa Pukat mengaku bangga karena wilayahnya menjadi lokasi pengabdian masyarakat yang melibatkan dua perguruan tinggi.

 

“Ini menjadi kebanggaan bagi Desa Pukat dapat bekerja sama dengan perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Semoga masyarakat memperoleh ilmu untuk mengenali tanda-tanda bencana dan mengetahui langkah penyelamatan yang tepat,” ungkapnya.

 

Warga Diberikan Pemahaman Karakteristik Tsunami

 

Dalam sesi edukasi, Dr. Endra Gunawan menjelaskan mengenai karakteristik gempa bumi dan tsunami, termasuk potensi ancaman di wilayah pesisir Sumbawa.

 

Ia menerangkan bahwa gempa bawah laut dapat memicu tsunami, sementara kondisi geografis pantai sangat menentukan dampak gelombang ketika mencapai daratan.

 

“Wilayah pesisir yang terbuka membuat gelombang tsunami datang lebih cepat, sedangkan pantai yang landai dapat meningkatkan tinggi gelombang. Mangrove juga berperan membantu meredam energi gelombang tsunami,” jelasnya.

 

Menurutnya, pemahaman masyarakat terhadap kondisi lingkungan sekitar menjadi faktor penting dalam menentukan tindakan penyelamatan ketika bencana terjadi.

 

Edukasi Bangunan Tahan Gempa dan Simulasi Evakuasi

 

Selain materi mengenai gempa dan tsunami, peserta juga mendapatkan edukasi tentang konsep bangunan tahan gempa yang disampaikan Dedy Dharmawansyah.

 

Ia menjelaskan pentingnya penggunaan material bangunan yang lebih ringan serta konstruksi dengan sambungan struktur yang kuat agar bangunan memiliki ketahanan lebih baik saat terjadi gempa.

 

Kegiatan tersebut juga dilengkapi dengan diskusi bersama masyarakat mengenai kondisi Desa Pukat, penyusunan jalur evakuasi tsunami secara partisipatif, serta edukasi kebencanaan kepada siswa-siswi SMP Negeri 2 Utan.

 

Para siswa juga mengikuti simulasi earthquake drill atau latihan menghadapi gempa bumi untuk memahami langkah penyelamatan ketika terjadi bencana.

 

Menuju Desa Pukat Tangguh Bencana

 

Melalui kegiatan kolaborasi ITB dan UTS ini, masyarakat Desa Pukat diharapkan semakin memahami risiko bencana di wilayah pesisir, mengenali jalur evakuasi, serta mampu mengambil tindakan cepat dan tepat saat menghadapi gempa bumi maupun tsunami.

 

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah awal dalam membangun Desa Pukat sebagai desa yang lebih tangguh terhadap ancaman bencana alam.

Example 300250
Example 120x600
Example 120x600