Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaDaerahHeadline

Klarifikasi SPPG Sakra Timur Gelanggang Terkait Menu MBG, Setiap Ada Laporan Kami Tak Tutup Mata

×

Klarifikasi SPPG Sakra Timur Gelanggang Terkait Menu MBG, Setiap Ada Laporan Kami Tak Tutup Mata

Sebarkan artikel ini

Lombok Timur – Menyikapi beredarnya informasi mengenai persoalan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Sakra Timur Gelanggang, pihak pengelola memberikan klarifikasi terkait laporan kondisi makanan yang diterima dari penerima manfaat.

Kepala SPPG Sakra Timur Gelanggang, Yudi, menjelaskan bahwa pihaknya selalu menindaklanjuti laporan yang berkaitan dengan kondisi menu MBG, termasuk laporan mengenai sop telur puyuh dan temuan ulat pada menu sate.

IKLAN
Example 300x600

Terkait sop telur puyuh yang dibagikan ke sejumlah Posyandu pada Kamis pekan sebelumnya, Yudi mengakui pihaknya menerima laporan dari kader mengenai kondisi makanan yang dinilai sudah tidak layak dikonsumsi.

“Setelah mendapat laporan dari kader, saya langsung turun ke Posyandu untuk memastikan kondisi makanan. Setelah dicek, memang ada sop telur puyuh yang kondisinya sudah basi. Karena itu kami langsung meminta agar menu tersebut tidak dibagikan kepada penerima manfaat,” jelas Yudi.

Sebagai langkah penanganan, SPPG kemudian mengganti menu tersebut dengan buah dan telur ayam. Koordinasi dengan kader Posyandu juga dilakukan untuk memastikan makanan yang bermasalah tidak dikonsumsi.

“Alhamdulillah, koordinasi dengan kader berjalan cepat. Untuk makanan yang sudah terlanjur dibagikan, berdasarkan informasi yang kami terima tidak ada yang mengonsumsi,” ujarnya.

Sementara itu, mengenai laporan adanya ulat pada menu sate yang dibagikan pada Jumat, Yudi menegaskan bahwa pihaknya menerima laporan tersebut dari salah seorang penerima manfaat dan langsung merespons dengan melakukan pengecekan ke lapangan.

“Untuk menu sate, kami menerima laporan dari penerima manfaat terkait adanya ulat pada salah satu sate. Begitu mendapat laporan, kami langsung merespons dan mengecek ke lapangan untuk memastikan informasi tersebut,” terang Yudi.

Menurutnya, laporan tersebut berasal dari satu penerima manfaat di salah satu Posyandu. Sementara berdasarkan pemantauan dan laporan yang diterima dari lokasi lainnya, tidak terdapat laporan serupa.

“Kami juga merasa heran karena laporan itu hanya muncul pada satu sate di satu Posyandu, sementara pada ompreng lainnya tidak ditemukan hal serupa dan berjalan aman. Tetapi apa pun laporannya, tetap kami jadikan perhatian dan kami cek ke lapangan,” katanya.

Yudi menegaskan, pihak SPPG tidak ingin mengabaikan setiap temuan maupun keluhan yang muncul dalam pelaksanaan program MBG. Menurutnya, setiap laporan dari penerima manfaat maupun kader merupakan bahan penting untuk melakukan pengecekan dan evaluasi.

“Kami tidak pernah menutup mata terhadap laporan yang masuk. Ketika ada informasi dari penerima manfaat, kami langsung berusaha mengecek kondisi di lapangan agar persoalannya bisa diketahui secara jelas,” tegasnya.

Ia menyebut setiap temuan yang terjadi akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki proses penyediaan hingga pendistribusian makanan.

“Kami tetap akan menjadikan ini sebagai pelajaran dan evaluasi untuk lebih baik ke depannya. Kami ingin memastikan makanan yang diterima masyarakat dalam kondisi baik dan sesuai dengan standar yang seharusnya,” ungkap Yudi.

Yudi juga mengajak seluruh pihak, termasuk kader Posyandu dan penerima manfaat, untuk terus menyampaikan laporan apabila menemukan kondisi makanan yang dinilai tidak sesuai.

Menurutnya, komunikasi dan laporan yang cepat sangat penting agar setiap persoalan dapat segera ditangani dan diverifikasi di lapangan.

Pihak SPPG Sakra Timur Gelanggang menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi terhadap proses penyediaan hingga pendistribusian MBG, sekaligus menjadikan setiap laporan dari penerima manfaat sebagai bagian dari upaya perbaikan pelayanan program tersebut.

Example 300250
Example 120x600
Example 120x600