LOMBOK FOKUS – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Nusa Tenggara Barat resmi dilantik pada Minggu (23/11) di Aula Bank NTB Syariah. Mengusung tema “Inclusive Movement, Resilient Student”, pelantikan ini menjadi tonggak penting bagi pelajar NU NTB dalam memperkuat gerakan yang terbuka, adaptif, dan tangguh menghadapi tantangan zaman.
Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran PWNU NTB, pimpinan badan otonom, perwakilan lembaga pendidikan, serta para kader IPNU dari berbagai daerah. Momen pelantikan semakin bermakna dengan kehadiran tiga tokoh penting: Ketua Umum PP IPNU M. Agil Nuruz Zaman, Ketua PW IPNU NTB Muhamad Iskandar Haris, dan Pembina PW IPNU NTB TGH. Ahmad Ali Maksum, M.Si.
Ketum PP IPNU: Inklusif dan Tangguh adalah Kebutuhan Zaman
Dalam sambutannya, Ketua Umum PP IPNU M. Agil Nuruz Zaman menegaskan bahwa tema yang diangkat tidak sekadar simbol, melainkan arah gerakan yang sangat relevan bagi pelajar masa kini.
“Gerakan inklusif menunjukkan bahwa IPNU hadir untuk semua pelajar tanpa membedakan latar belakang. Dan ketangguhan pelajar adalah modal utama menghadapi perubahan zaman yang cepat dan penuh tantangan,” tegasnya.
Ia juga mendorong PW IPNU NTB untuk terus berinovasi dan memperkuat kapasitas pelajar dalam bidang keilmuan, digital, serta karakter kebangsaan.
Ketua PW IPNU NTB: Hadirkan Ruang Aman dan Inklusif
Muhamad Iskandar Haris, Ketua PW IPNU NTB yang baru dilantik, menyampaikan komitmennya untuk membawa organisasi ini menjadi ruang belajar yang lebih inklusif, kuat, dan responsif terhadap perkembangan zaman.
“IPNU NTB harus menjadi ruang aman bagi semua pelajar. Resilient Student adalah visi kami untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga kuat mental dan matang akhlaknya,” ujarnya.
Iskandar juga menegaskan pentingnya membangun jaringan yang solid antara sekolah, pesantren, dan komunitas pelajar se-NTB sebagai pondasi penguatan gerakan IPNU.
Pesan Pembina: Organisasi Harus Melahirkan Manfaat yang Berkelanjutan
Sebagai pembina, TGH. Ahmad Ali Maksum, M.Si., memberikan arahan mendalam mengenai esensi perjuangan dalam organisasi.
“Organisasi bukan sekadar tentang siapa yang memimpin, tetapi tentang manfaat yang terus hidup dari setiap gerakan. Jadilah pelajar yang beradab, inklusif, dan tahan uji dalam menghadapi tantangan,” pesannya.
Penutup: Babak Baru Gerakan Pelajar NU NTB
Rangkaian pelantikan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto seluruh jajaran pengurus. Momen ini menjadi simbol dimulainya babak baru bagi PW IPNU NTB untuk membangun gerakan pelajar yang lebih inklusif, inovatif, dan tangguh.
PW IPNU NTB kini memasuki era baru era di mana pelajar tidak hanya dituntut cerdas, tetapi juga mampu beradaptasi, bersikap terbuka, serta kuat menghadapi dinamika zaman. Dengan spirit baru ini, PW IPNU NTB siap berkontribusi lebih besar bagi dunia pendidikan dan keumatan di Nusa Tenggara Barat.










