Lombok Tengah | Lombok fokus – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan efek berantai (domino) terhadap perekonomian masyarakat di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Lombok Tengah menilai, program tersebut tidak hanya berdampak pada penerima manfaat, tetapi juga menggerakkan sektor ekonomi lokal.
Ketua HIPMI Loteng, Muhammad Alamsyah, mengatakan keterlibatan masyarakat dalam operasional dapur MBG menjadi bukti nyata bahwa program ini mampu membuka peluang kerja baru.
“Efeknya berantai. Masyarakat tidak hanya menerima manfaat makanan bergizi, tapi juga ikut terlibat bekerja di dapur. Banyak yang sebelumnya tidak punya penghasilan, sekarang sudah mulai mendapatkan pemasukan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dampak ekonomi dari MBG tidak berhenti pada aktivitas dapur semata, melainkan meluas ke berbagai sektor pendukung seperti distribusi bahan pangan hingga pelaku usaha lokal.
“Ini yang kita sebut efek domino. Ada perputaran uang di bawah, ada aktivitas ekonomi baru yang muncul. Ini sangat positif bagi ekonomi daerah,” tambahnya.
Alamsyah mengungkapkan, saat ini jumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lombok Tengah telah mencapai sekitar 130 unit dan ditargetkan meningkat hingga 200 dapur.
Dengan estimasi anggaran sekitar Rp1 miliar per dapur setiap bulan, potensi perputaran uang di daerah ini diperkirakan mencapai Rp200 miliar per bulan jika seluruh dapur telah beroperasi.
“Kalau 200 dapur sudah berjalan, berarti ada sekitar Rp200 miliar uang berputar setiap bulan di Loteng. Dalam setahun bisa mencapai Rp2,4 triliun. Ini angka besar yang tentu berdampak pada ekonomi lokal,” jelasnya.
Menurutnya, aliran anggaran dari pemerintah pusat melalui APBN tersebut harus dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat lokal agar tidak hanya menjadi penonton.
“Ini momentum. Kita harus pastikan masyarakat lokal menjadi pelaku utama, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan di daerah sendiri,” tegasnya.
HIPMI Loteng berharap program MBG terus diperluas dan diperkuat agar mampu menekan angka pengangguran serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di tingkat akar rumput.






