LombokFokus|Lombok Barat – Kesalahpahaman antar dua warga Desa Kekait yang sempat memicu perkelahian, akhirnya diselesaikan secara damai di Mako Polsek Gunungsari, Senin (4/5/2026). Mediasi dipimpin Wakapolsek Gunungsari Iptu Ramli, S.H., bersama Bhabinkamtibmas Desa Kekait Aipda Andika Priyono.
“Begitu situasi memanas, kami memilih langkah cepat mempertemukan kedua pihak, agar persoalan tidak melebar ke lingkungan warga,” ujar Wakapolsek Gunungsari Iptu Ramli, S.H.
Perselisihan itu melibatkan Karmi Ilyas, warga Dusun Wadon, dengan Muhamad Zamrony Akbar alias Ony, warga Dusun Kekait II. Keributan bermula dini hari sekitar pukul 01.30 Wita, saat Ilyas datang mencari seorang temannya untuk menanyakan handphone yang hilang.
Di tengah perjalanan, Ilyas bertemu Ony, lalu terjadi adu mulut yang berujung perkelahian satu lawan satu. Saat keributan berlangsung, kendaraan milik Ilyas diketahui mengalami kerusakan pada bagian ban dan spion.
“Kami menerima laporan dari kepala dusun, setelah suasana mulai ramai dan ada kekhawatiran benturan antarwarga ikut meluas,” kata Iptu Ramli.
Usai kejadian, Ilyas pulang memanggil sejumlah warga Dusun Wadon. Kondisi itu membuat aparat desa segera berkoordinasi dengan Polsek Gunungsari, untuk menjaga situasi tetap aman. Kedua pihak kemudian dipanggil ke Mako Polsek Gunungsari untuk duduk bersama.
Dalam mediasi masing-masing pihak diberi kesempatan menyampaikan kronologi dan keberatan. Setelah dialog cukup panjang, keduanya sepakat menempuh penyelesaian kekeluargaan.
“Hasil pertemuan berjalan baik, kedua pihak sepakat berdamai, saling menahan diri, dan tidak membawa persoalan ini ke jalur lain,” ucap Iptu Ramli.
Salah satu poin kesepakatan, Ony bersedia mengganti kerusakan ban kendaraan milik Ilyas. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan bersama sebagai bentuk komitmen damai.
“Harapan kami, hubungan antarwarga kembali normal dan kejadian serupa tidak terulang lagi,” tutup Wakapolsek Gunungsari.(red)












