Penulis Supiati, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Mataram
LF | Penanaman akidah akhlak pada sejak dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia sekolah dasar yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu perumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Pendidikan anak usia dini pada hakikatnya adalah pendidikan yang diselenggarakan dengan tujuan untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh atau menekankan pada pengembangan seluruh aspek kepribadian anak.
Pendidikan pertama kali yang harus diberikan orang tua kepada anaknya adalah pendidikan agama semenjak anak masih di dalam kandungan (pranatal) bahkan sampai anak sudah dilahirkan kedunia (neonatal) terutama pendidikan Akidah dan Akhlak. Semasa anak dalam kandungan anak didengarkan maupun dibacakan bacaan ayat suci al-qur’an ataupun musik-musik religi namun sayang dimasa sekarang ini banyak orang tua yang acuh tak acuh tidak memperdulikan hal itu.
Pendidikan agama dan pendidikan umum sangat berkaitan sekali yaitu keduanya merupakan ilmu. Pendidikan akidah dan akhlak pada anak-anak harus dilakukan sedini mungkin. Sehingga ketika dewasa anak tersebut mempunyai akidah yang kokoh dan akhlak yang mulia. Seorang pendidik menumbuhkan anak dengan pendidikan Islam ini sejak dini, dengan dasar-dasar ajaran Islam, agar ia terikat dengan Islam dalam berbagai aspeknya, baik akidah, ibadah, dan segala sesuatu yang terkait dengan sistem dan metodenya. Sehingga setelah itu anak tidak akan mengenal adanya agama lain selain Islam, imam lain selain Al-qur’anul-karim, pemimpin dan panutan lain selain Rasulullah saw.
Sebagaimana sabda Rasullullah saw:
Artinya: Didik anak-anakmu atas tiga hal: Mencintai Nabi kalian, dan mencintai keluarga Nabi, serta membaca Al-qu’an. (HR. Ath-Thabrani)
Orangtua terutama ibu mempunyai peran paling penting dalam mendidik anaknya, karena ibu merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya.
Anak adalah ibarat kertas putih yang bersih yang baik buruk tulisan tergantung dari orang tua. Pada anak tergantung cita dan cinta orang tua. Dengan anaklah orang tua akan terasa sempurna dalam mengarungi bahtera kehidupan. Dan dari doa anak yang soleh solehah lah yang akan memberi kesejukan dan kebahagiaan di alam akhirat. Semua itu akan menjadi nyata apabila seorang anak mendapat pendidikan yang tepat, sehingga berguna bagi orang tua, lingkungan, masyarakat, dan negara.
Pendidikan anak merupakan hal yang terpenting yang harus diberikan orang tua kepada anaknya. Anak merupakan miniatur masa depan sebuah bangsa. Oleh sebab itu tidak mengherankan bila semua orang tua berlomba memberikan pendidikan yang tebaik bagi putra-putrinya. Sekolah atau lembaga pendidikan yang bermutu menjadi incaran orang tua dalam menentukan tujuan pendidikan anak selanjutnya.
Tidak kalah pentingnya adalah pendidikan akidah akhlak, budi pekerti, atau moral yang wajib diberikan kepada tiap anak. Sebab walaupun seorang anak mempunyai kemampuan akademik yang bagus bahkan jenius, tetapi apabila tidak dibarengi penanganan akhlak dan moral yang benar tentu tidak seimbang. Untuk itu kita harus lebih tegas dalam mendidik supaya anak-anak tidak semena-mena dengan orang tua.
Di tengah derasnya arus infromasi yang mudah didapat, tentu kita harus membentengi anak-anak kita dengan pendidikan akhlak. Konsep teladan orang tua perlu dikedepankan, sebab pada usia dini anak masih memiliki sifat imitasi (meniru). Peran orang tua dalam membentuk moral dan akhlak anak sangat-sangat besar tentu juga dibarengi dengan pendidikan akhlak diluar lingkungan keluarga. Keteladanan orang tua dalam bertutur kata, bersikap dan berperilaku menjadi contoh nyata bagi anak untuk menjadi insani yang berakhlak.
Perhatian yang lebih dari orang tua terhadap gerak-gerik dan aktrvitas anak sangat diperlukan, apalagi saat ini tayangan televisi begitu deras dimana apabila tidak ada kontrol dari orang tua bisa berakibat kurang baik terhadap tumbuh kembang anak. Mulai dari tayangan film kartun, sinetron, acara hiburan, acara berbau mistik yang kesemuanya itu acapkali sarat dengan hal- hal yang kontra produktif terhadap pendidikan anak, bahkan berpotensi merusak attitude anak.
Belum lagi pergaulan dan life style (gaya hidup), adanya video porno yang akhir-akhir ini marak dibicarakan, yang apabila benar-benar diperhatikan akan mengelus dada kita, selain itu masih ada lagi bahaya yang sangat mengancam moral anak yaitu adanya internet. Internet memang sangat penting dalam masa ini, tetapi sangat berbahaya jika sampai disalah gunakan. Contoh ayat Al – Qur’an tentang pentingnya pendidikan anak.
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. (QS. Luqman [31]:13)
Banyak cara dalam memberikan pendidikan anak usia dini dan alangkah bijaknya mendidik anak dengan penuh kasih sayang dan cinta tidak dengan kekerasan maupun penuh emosi karena kembali lagi penjelasan diatas bahwa anak usia dini masih memiliki sifat meniru. Mendidik anak dengan keras hanya akan menyisakan dan membentuk anak berjiwa keras, kejam dan kasar. Kekerasan hanya meninggalkan bekas yang menggores kelembutan anak, kelembutan dalam diri anak akan hilang tergerus oleh pendidikan yang keras yang penuh emosi.
Kepribadian anak menjadi kental dengan kekerasan, hati, pikiran, gerak dan kesejukan jauh dari kesejukan. Kelembutan, kemesraan dalam mendidik anak merupakan konep al-quran, apapun pendidikan diberikan kepada anak hendaknya dengan kelembutan dan kasih sayang. Begitu juga dalam prioritas mendidik diutamakan mendidik aqidahnya terlebih dahulu, dengan penyampaian yang lembut dan penuh kasih sayang. Dengan demikian anak akan tersentuh dan merasa aman di dekat orang tuanya.
SUMBER
Abdullah Nashih Ulwan, Tarbiyatul AuladPendidikan Anak Dalam Islam,(Jakarta:Khatulistiwa Press, 2017, Terjemah: Emiel Ahmad, M.Si), h.77.
Suyadi, Teori Pembelajaran Anak Usia Dini Dalam KajianNeorosains, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014), h.22Rosdakarya, 2014), h.22


