Scroll untuk baca artikel

Peran Orang Tua Terhadap Pembentukan Akhlak Anak

×

Peran Orang Tua Terhadap Pembentukan Akhlak Anak

Share this article

Penulis : Rohmawati Anisa Putri, Mahasiswa
Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Universitas Islam Negeri Mataram

Orang tua memiliki peran penting dalam membentuk nilai-nilai moral anak-anak. Namun kesibukan menjadi alasan utama orang tua tidak punya cukup waktu untuk mendidik anak, akibatnya pendidikan diserahkan sepenuhnya kepada guru. Penanaman moral nilai-nilai sejak dini menjadi point penting untuk menghadapi dekadensi moral yang terjadi, dimana keluarga memiliki peran utama dalam membentuk moral anak. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui peran orang tua dalam membentuk akhlak anak.
Keluarga merupakan tempat tumbuh kembang anak, dimana ia akan mendapat berbagai pengaruh langsung terutama saat masa-masa emas anak. Keluarga akan terus memberikan pengaruh dari masa kanak-kanak, saat memasuki usia sekolah, sampai anak lepas dari pengasuhan orang tua atau telah dewasa. Anak akan mengambil prinsip kehidupan, akhlak, norma-norma sosial dari kedua orang tua dan keluarganya.
Orang tua, terutama ibu akan memberikan pengalaman pertama dalam kehidupan anak,yang mana pengalaman tersebut akan selalu memberikan dampak yang istimewa dan berarti dalam kehidupannya dimasa mendatang. Dalam hadist nabi disebutkan, “al-umm madrasatul uulaa”. Ibu adalah madrasah (tempat belajar) pertama bagi anak-anaknya.
Ibu sebagai pendidik utama dan pertama, sangat dituntut profesionalitas dan kecakapan seorang ibu. Kemajuan dan kemunduran anak-anaknya sebagai generasi penerus tergenggam dalam asuhannya. Bahkan Rasulullah Saw. sampai mengulang hingga tiga kali perintah berbakti kepada , “ibumu..Ibumu..Ibumu..”
Pengaruh seorang Ibu terhadap anaknya dimulai saat janin berada dalam perutnya. Kejiwaan janin akan tenang bila kejiwaan sang Ibu juga tenang, begitu juga sebaliknya janin akan mengalami ketidaktenangan jiwa bila Ibunya tidak tenang dan gelisah. Seorang Ibulah yang membentuk konsep berfikir dan berkepribadian pada jiwa anak. Hal inilah yang membuktikan betapa besar pengaruh Ibu terhadap daya emosional anak, karena kepribadian seseorang terus berkembang dari apa-apa yang diberikan orang lain sampai ia mempercayai kebenarannya. Jadi, pembentukan jati diri yang baik dan akhlak yang mulia merupakan hasil dari penidikan seorang Ibu yang bertanggung jawab terhadap tugasnya.
Ada beberapa peran penting ibu dalam pendidikan anak-anaknya, antara lain:
Ibu berperan dalam memberikan keteladanan, karena bagi anak ibunyalah sebagai figur teladan dan layak ditiru segala tingkah lakunya.
Ibu sebagai pemberi kehangatan yang selalu mengharapkanyang terbaik untuk anak-anaknya.
Ibu yang berperan penting terhadap kecerdasan anaknya terutama dengan pemberian ASI-nyayang dapat menambah kecerdasan anak.
Seorang ibu diharapkan dapat memberikan latihan kecakapan dan kemandirian kepada anak-anaknya dengan tidak mengekangnya atau terlalu melindunginya(overprotektive).
Ibu juga diharapkan memberi kebebasan yang bertanggung jawab kepada anak untuk mengetahui dan menggali kelebihannya.
Seorang ibu bisa memotivasi anak-anaknya untuk berkompetensi, aktif dan juga koperatif.
Sungguh sangat mengagumkan pengaruh seorang ibu terhadap anak-anaknya, termasuk pengaruh dari harapan-harapannya. Dengan harapan-harapan kebaikan untuk sang anak, maka secara otomatis merupakan doa bagi anak, karena Doa seorang ibu adalah doa yang mustajab yang akan dikabulkan oleh Allah Swt.
Tidak hanya seorang Ibu, peran Ayah dalam mendidik anak juga sangat dibutuhkan. Anak membutuhkan seorang Bapak sebagaimana ia membutuhkan seorang Ibu, tentu saja dalam kapasitas yang tidak sama. Menjadi Bapak tidak hanya berfungsi sebagai pencari nafkah bagi keluarganya, tetapi lebih besar dari itu. Karena anak tidak hanya membutuhkan orang yang memberinya kasih sayang, perasaan tenang dan cinta, yang biasa diberikan oleh seorang Ibu. Tetapi anak juga membutuhkan orang yang memberinya kekuatan, keamanan, dan kekuasaan yang bisa didapatkan dari sosok seorang bapak.
Ada dua tugas ayah yang berkenaan dengan anaknya:
Memberi Ibu yang baik. Maka dari itu, menikahlah dengan wanita yang salehah dan cerdas, atau didiklah istri anda menjadi istri dan ibu yang salehah.
Memberinya lindungan yang baik, kemudian carilah tempat tinggal yang kondusif, atau ajaklah tetangga-tetangga anda untuk memperbaiki diri.
Kehadiran bapak di tengah anak-anaknya melambangkan adanya wewenang, tanggung jawab, keamanan, dan ketenangan keluarga. Seorang anak yang melihat bapaknya kuat, tekun dan ulet maka hal ini akan memberi pengaruh kepada anak dalam menghadapi tantangan kehidupan dan masa depannya. Anak akan menaati dan patuh serta hormat pada bapak yang memiliki kemampuan, tanggung jawab penyayang, tegas, dan adil. Jika dari seorang Ibu akan mendapatkan kelemah lembutan dan kasih sayang, maka dari bapak akan mendapatkan pemenuhan kebutuhan moral dan kejiwaan.
Seorang anak dalam masa tumbuh kembang, jiwa dan emosinya membutuhkan contoh teladan dari kedua orantuanya yaitu ibu dan bapak. Anak membutuhkan bapak dan ibunya dalam frekuensi yang seimbang, tetapi dalam fungsi, metode, dan kapasitas yang berbeda.
Kesimpulan:
Islam memandang bahwa ujung tombak dari kemakmuran suatu masyarakat, bangsa maupun negara adalah akhlakul karimah. Tanpa adanya akhlak yang baik, dalam masyarakat tidak akan tercipta ketenangan dan kedamaian, yang ada kriminalitas terjadi dimana-mana. Akhlak yang baik akan membentengi masing-masing individu dari pengaruh buruk untuk menjadi pribadi yang unggul. Dengan demikian peran orangtua sangat dibutuhkan dalam pembentukan akhlak anak. Peran tersebut bertujuan agar anak dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya, mampu bersosialisasi dan menjadi pribadi yang sholih.

IKLAN
Example 120x600

 

 

Referensi;
Imas Kurniasih, S.Pd.I.Mendidik SQ Anak Menurut Nabi Muhammad SAW”(Yogyakarta: Pusaka Marwa,2010) h. 79-82
Padjrin, “Pola Asuh Anak dalam Perspektif Pendidikan Islam” Dalam Jurnal Intelektualita Vol.05, No.01 (2016), 5

Example 120x600
Example 120x600