Scroll untuk baca artikel

Pendidikan Karakter Murid dimasa Pandemi Covid-19 Berbasis Keluarga

×

Pendidikan Karakter Murid dimasa Pandemi Covid-19 Berbasis Keluarga

Share this article

Penulis: Raudatul jannah Mahasiswa Universitas Islam Negeri Mataram

Pembentukan karakter merupakan pelajaran penting untuk diajarkan kepada anak-anak agar mereka dapat hidup lebih baik dan memiliki karakter dengan nilai-nilai berdasarkan poin pancasila. Orang tua institusi keluarga sebagai tutor memiliki peran strategis dan utama dalam mendidik siswa saat kelas online dirumah, sekolah, orang tua dan masyarakat harus bekerja sama upaya membentuk karakter siswa dan menciftakan kehidupan yang harmonis. Oleh karena itu diperlukan koordinasi yang baik antara org tua, sekolah dan masyarakat sebagai faktor dukungan untuk pembentukan karakter siswa.

IKLAN
Example 120x600

Selama masa pandemi ini, semua proses pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik dengan daring (dalam jaringan) melalui aplikasi whatsApp,zoom meeting dan sejenisnya koordinasi dari keluarga sangat dibutuhkan khususnya kedua orang tua sebagai faktor pendukung untuk pembentukan karakkter siswa, karena dengan tuntunan dan tinjauan kedua orang tua sangat berpengaruh ke hal-hal yang positif dan menjadi salah satu faktor terbentuknya karakter siswa selama proses belajar secara online, dan disinilah peran kedua orang tua sangat dibutuhkan sebagai pengganti dari sekolah.

Dengan demikian proses belajar dan pembelajaran dilakukan dirumah dengan didampingi oleh orang tua masing-masing dan dengan di isi tentang pendidikan karakter bagi anak sehingga orang tua perlu melakukannya secara optimal. Pendidikan karakter diharapkan mampu memberikan dampak baik bagi kemajuan kehidupan bangsa dan Negara terutama pada peserta didik.

Pendidikan karakter menjadi sebuah langkah yang harus ditempuh dalam membentuk karakter pesesrta didik yang berbudi pekerti luhur. Karena dengan adanya pendidikan karakter yang ada pada diri peserta didik dapat dipercaya mampu mengarahkan kearah yang lebih baik menuju keberhasilan dan kemajuan bagi bangsa maupun Negara. Pendidikan karakter bagi peserta dipantau oleh orang tua dalam proses pembelajaran secara online harus dipahami oleh setiap individu , baik bagi calon orang tua maupun yang sudah menyandang status sebagai orang tua. Setiap orang tua masing-masing memiliki tanggung jawab dalam menyelenggarakan pendidikan karakter dalam dalam ruang lingkup keluarga bagi setiap anggota keluarganya.

Karakter dapat diidentikan dengan akhlak yang merupakan nilai-nilai perilku secara universal dan diartikan sebagai cirri khas perilaku moral baik bertutur kata maupun dalam bentuk tindakan yang berhubungan dengan dirinya, sesama manusia, dan lingkungan alam serta terhadap tuhan yang maha esa sebagai pencipta. Dengan demikian karakter melahirkan sebuah ide gagasan tentang penanaman pendidikan karakter baik dalam runag lingkup keluarga, pendidikan formal, dan pendidikan non formal serta meliputi seluruh lapisan kehidupan. Helmawati (2017) adapun yang menjadi tujuan dari pendidikan karakter yaitu untuk menyempurnakan akhlak, dapat menjadikan manusia yang berakhla mulia, manusia yang beradab dan bermartabat dengan melalui olah perasaan, akal dan raganya secara bersamaan.

Pendidikan karakter harus dipahami oleh setiap individu, baik bagi calon orang tua maupun yang sudah menyandang status sebagai orang tua. Setiap orang tua masing-masing memiliki tanggungjawab dalam menyelenggarakan pendidikan karakter dalam ruang lingkup keluarga bagi setiap anggota keluarganya. Penelitian ini, bertujuan untukmenjelaskan tentang pendidikan karakter pada peserta didik dimasa pandemi covid-19 berbasis keluarga. Penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan sebagian besar di tiap daerah telah memberlakukan pembelajaran daring atau online. Hal ini harus disikapi dengan baik dan secara tepat, sebab proses pembinaan dan pendidikan karakter harus terus berjalan pada peserta didik untuk dapat membentuk karakter yang bermoral, berbudi pekerti luhur dan religius.

Penelitian yang dilakukan oleh Ni’mawati, Handayani & Hasanah (2020) tentang pengelolaan manajemen pendidikan karakter menunjukan hasil bahwa ada 3 cara yang perlu ditempuh agar pendidikan karakterefektif diterapkan pada peserta didik, salah satunya dengan melakukan kerja sama dengan orang tua peserta didik, hubungan dengan orang tua peserta didik harus dierat, dijalin dengan baik dengan terus membangunkoordinasi terkait dengan perkembangan peserta didik dalam upaya pembentukan.Asikin (2018) dalam penelitiannya mengatakan bahwa orang tua merupakan pondasi utama dalam penanaman pendidikan karakter bagi anak, orang tua sebagai pendidik dalam lembaga pendidikan keluarga perlumelakukan pengajaran, pembiasaan,peneladanan, pemotivasian, dan melalui penegakan aturan untuk mengembangkan dan membentuk karakter anak.

Pendidikan karakter dalam dalam ruang lingkup keluarga sangat perlu ditempuh untuk membentuk karakter anak dengan mendidik dan mengnontrol anak dirumah terlebih dimasa pandemi covid-19 saat ini yang melakukan pembelajaran online dirumah masing-masing. Karena banyak contoh yang kita liat tanpa ada bimbingan dan kontrol dari ruang lingkup kelurga pendidikan karakter pada anak atau psesrta didik terbentuk. Satriah (2011) melakukan penelitian di 65 lembaga pendidikan anak usia dini dijawa barat yang menerapkan pendidikan karakter, menunjukkan hasil bahwa orang tua masih banyak yang belum paham tentang pola pengasuhan dalam penerapan ppendidikan karakter peserta didik disekolah. Pendidikan disekolah akan maksimal apabila didukung dengan pendidikan karakter dalam keluarga karena orang tua merupaan faktor penunjang dalam keberhasilan pembentukan karakter anak. Menurutnya penerapan pendidikan karakter berbudi pekerti luhur dan berakhla mulia, juga merupakan sebagai salah satu cara dalam mengantisipasi dan menyelesaikan persoalan dalam kehidupan bermasyarakat.

jaman yang semakin moderen, memahami bahwa perkembangan anak adalah faktor terpenting agar dapat difasilitasi dan dibimbing dengan benar sehingga anak dapat membentuk karakter yang mampu menyelesaikan masalah yang sedang dihadapinya. Tugas mendidik anak bukan hanya dipelajari oleh para guru akan tetapi orang tua sebagai pendidik yang utama dalam lingkungan keluarga sama-sama perlu memahami strategi dalam mengajar anak agar dapat mendidik anak secara baik dan tepat. Keluarga menjadi lingkungan yang efektif dalam penyelenggaraan pendidikan karakter bagi anak-anaknya untuk membentuk karakter peserta didik yang mandiri, bertanggung jawab dan mengembangkan keterampilan serta pengetahuannya dengan secara maksimal supaya mampu menjadi anak yang memiliki karakter kepribadian baik yang dapat menciptakan keharmonisan dan kemajuan dalam kehidupan.

Orang tua memiliki banyak kesempatan sehingga rumah sebagai pengganti ruangan sekolah dapat menjadi sarana yang cukup efektif dalam mendidik anak. Namun di sisi lain, peran sekolah dan masyarakat pun merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam menunjang keberhasilan pembentukan karakter anak. Kolaborasi dapat menjadi sebuah pembelajaran yang dapat membantu perkembangan peserta didik untuk Mengembangkan pengetahuan (kognitif) dan membentuk karakter kepribadian (afektif). Dengan demikian kerjasama antara pemerintah dalam hal ini satuan pendidikan dengan masyarakat, dan keluarga (orang tua) peserta didik merupakan hal yang tidak boleh diabaikan demi mencapai keberhasilan dalam membentuk karakter peserta didik.

Refrensi;

Agboola, A,, & Tsai, K.C. (2012). Bring character education into classroom.

European journal of educational research. Vol. 1, No. 2,pp.163-170

Asikin, Ikin. (2018). Pengembangan model pendidikan karakter dilingkungan keluarga. Jurnal pendidikan islam. Vol. 7, No. 1,pp. 433-444

Intania, E.V. & sutama (2020). The role of character education in learning during the COVID-19 pandemic. Jurnal penelitian ilmu pendidikan. Vol. 13, no. 2, pp 129-136

Simarmata, H.D. (2017). Pendidikan karakter berbasis keluarga : sebuah perspektif. Jurnal pendidi.kan penabur . vol. no. 9, pp. 92-100.

Example 120x600
Example 120x600