Scroll untuk baca artikel
BeritaDaerahHeadline

Bawaslu Lombok Tengah Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif untuk Wujudkan Pemilu 2029 Bermartabat

×

Bawaslu Lombok Tengah Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif untuk Wujudkan Pemilu 2029 Bermartabat

Share this article

 

Lombok Tengah | Lombok Fokus – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lombok Tengah menggelar Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) bertema “Bergerak dan Berfungsi untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat” di Praya, Kamis (18/6/2026).

IKLAN
Example 120x600

 

Kegiatan tersebut diikuti perwakilan tokoh pemuda, tokoh masyarakat, kelompok disabilitas, serta tokoh perempuan sebagai upaya memperkuat peran masyarakat dalam mengawal pelaksanaan Pemilu 2029.

 

Ketua Bawaslu Lombok Tengah, Lalu Fauzan Hadi, mengatakan pendidikan pengawas partisipatif merupakan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 yang harus terus dilaksanakan, termasuk di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

 

“Walaupun Pemilu 2029 masih beberapa tahun lagi, tahapan pemilu dipersiapkan jauh-jauh hari. Karena itu, sekarang merupakan waktu yang tepat untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan pemilu,” ujarnya.

 

Ia menegaskan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan suasana pemilu yang kondusif, jujur, dan adil.

 

Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Lombok Tengah, Usman Fsesal, mengatakan pendidikan pengawas partisipatif bertujuan meningkatkan kesadaran publik bahwa demokrasi tidak hanya sebatas menggunakan hak pilih, tetapi juga menjaga kualitas seluruh proses pemilu.

 

Menurutnya, masyarakat memiliki posisi strategis karena menjadi pihak yang paling dekat dengan pelaksanaan pemilu di lapangan. Bentuk partisipasi dapat dilakukan melalui langkah sederhana seperti menolak politik uang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta melaporkan dugaan pelanggaran kepada pihak berwenang.

 

“Semakin tinggi kesadaran masyarakat, semakin kecil ruang terjadinya pelanggaran pemilu karena pengawasan tidak hanya dilakukan oleh lembaga, tetapi juga oleh warga,” katanya.

 

Dalam kesempatan itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai tantangan pengawasan pemilu di era digital, termasuk pentingnya literasi digital untuk menangkal hoaks dan disinformasi yang berpotensi memengaruhi kualitas demokrasi.

 

Salah seorang peserta, Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lombok Tengah, Mohd. Taufik Hidayatullah, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pendidikan pengawas partisipatif menjadi sarana penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai peran strategis mereka dalam menjaga kualitas demokrasi.

 

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman yang lebih luas tentang pentingnya pengawasan partisipatif. Kami dari kalangan mahasiswa siap menjadi mitra Bawaslu dalam mengedukasi masyarakat dan mengawal proses demokrasi agar berjalan jujur, adil, dan bermartabat,” ujarnya.

 

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat sehingga kesadaran demokrasi dapat tumbuh lebih kuat menjelang Pemilu 2029.

 

Bawaslu berharap melalui pendidikan pengawas partisipatif, masyarakat semakin aktif terlibat dalam mengawal setiap tahapan pemilu sehingga dapat terwujud Pemilu 2029 yang bermartabat, berintegritas, dan demokratis.

Example 120x600
Example 120x600