Scroll untuk baca artikel
BeritaDaerahHeadline

SMPN 1 Praya Tengah Perkuat Pendidikan Berbasis Pesantren, Minat Masyarakat Meningkat Tajam

×

SMPN 1 Praya Tengah Perkuat Pendidikan Berbasis Pesantren, Minat Masyarakat Meningkat Tajam

Share this article
Kepala Sekolah SMPN 1 Praya Tengah Kasrah (Dok.LF)

Ikuti Kami di Google News

Dapatkan berita terbaru, tercepat, dan terpercaya dari Lombok Fokus langsung melalui Google News.

Baca di Google News

Lombok Tengah | Lombok Fokus – SMPN 1 Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, terus memperkuat konsep pendidikan yang memadukan prestasi akademik dengan pembinaan karakter religius melalui program sekolah berasrama bernuansa pondok pesantren.

Kepala SMPN 1 Praya Tengah, Kasrah, mengatakan program pondok tahfiz selama 40 hari yang diawali dengan prosesi serah terima santriwati dari orang tua kepada pihak sekolah merupakan bentuk komitmen sekolah dalam melahirkan generasi yang unggul secara akademik sekaligus berakhlak mulia.

IKLAN
Example 120x600

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada kami membina anak-anak melalui program pondok tahfiz selama 40 hari. Ini adalah amanah yang akan terus kami jaga dan tingkatkan kualitas pembinaannya,” kata Kasrah saat kegiatan serah terima santriwati di SMPN 1 Praya Tengah, Sabtu (18/7).

Menurut dia, konsep sekolah berasrama dengan nuansa pondok pesantren telah memberikan dampak positif terhadap kualitas lulusan. Sejumlah alumni diterima di sekolah-sekolah favorit melalui jalur prestasi, sementara kepercayaan masyarakat terhadap sekolah terus meningkat setiap tahun.

Kasrah mengungkapkan tingginya minat masyarakat terlihat pada penerimaan peserta didik baru tahun ajaran ini. Jumlah pendaftar meningkat sekitar 80 persen dibandingkan sebelumnya, bahkan ratusan calon siswa tidak dapat diterima karena keterbatasan daya tampung.

“Alhamdulillah, peminat terus meningkat. Ratusan pendaftar tidak bisa kami tampung sehingga terpaksa kami tolak. Ini menjadi bukti bahwa masyarakat percaya terhadap kualitas pembinaan yang kami lakukan,” ujarnya.

Ia menegaskan, meski dikenal dengan program keagamaan seperti tahfiz Al-Qur’an, tilawah, syahril Qur’an, hadrah, dan pembelajaran Iqra’, sekolah tetap memberikan perhatian besar terhadap pengembangan prestasi akademik maupun nonakademik.

Siswa juga dibina melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler, antara lain olahraga, seni budaya, pramuka, drumband, pencak silat, hingga olimpiade.

“Kami ingin melahirkan lulusan yang unggul dalam akademik sekaligus memiliki karakter dan akhlak yang baik,” katanya.

Kasrah juga memastikan seluruh peserta program pondok mendapatkan pendampingan penuh selama berada di lingkungan sekolah. Pada tahun ini, program diikuti 17 santriwati sehingga pembinaan dapat dilakukan secara optimal.

“Mulai mereka tidur hingga bangun kembali, semuanya dalam pengawasan kami. Selama berada di sekolah, keselamatan dan kenyamanan mereka menjadi tanggung jawab kami,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah, HL Idham Halid, mengapresiasi inovasi yang dilakukan SMPN 1 Praya Tengah dalam menghadirkan konsep “Sekolah Berasrama, Sekolah Rasa Pondok Pesantren” di sekolah negeri.

Menurut Idham, konsep tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat yang menginginkan pendidikan berkualitas tanpa mengesampingkan nilai-nilai keagamaan.

“Ini adalah langkah luar biasa. SMPN 1 Praya Tengah membuktikan bahwa mengejar ilmu pengetahuan umum tidak harus meninggalkan pendidikan agama. Justru keduanya harus berjalan seimbang sebagai bekal kehidupan dunia dan akhirat,” katanya.

Ia menilai integrasi pendidikan formal dengan pembinaan karakter Islami merupakan model yang layak dikembangkan di sekolah-sekolah negeri lainnya di Lombok Tengah.

Ia juga juga berpesan kepada para guru agar terus menjaga profesionalisme dalam membimbing peserta didik, sekaligus mengajak orang tua memberikan kepercayaan penuh kepada sekolah dalam proses pendidikan anak.

Kepada para santriwati, ia mengingatkan agar memanfaatkan program tersebut dengan sungguh-sungguh sehingga mampu menjadi generasi penghafal Al-Qur’an yang tetap berprestasi di bidang akademik, teknologi, seni, maupun olahraga.

Ia berharap SMPN 1 Praya Tengah dapat menjadi contoh bagi sekolah negeri lainnya dalam mengintegrasikan pendidikan formal dengan nilai-nilai kepesantrenan tanpa mengurangi kualitas pembelajaran akademik.

Example 120x600
Example 120x600