Mataram – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mataram, Lalu Nazir Huda, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) yang telah menginisiasi pertemuan dengan perwakilan organisasi kepemudaan (OKP) dan BEM se-NTB.
Dalam pertemuan tersebut, para pemuda diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. “Kesediaan beliau untuk berdialog dan mendengarkan aspirasi kami adalah bukti nyata komitmen merangkul pemuda dalam pembangunan daerah,” tegas Lalu Nazir Huda.
Menurutnya, forum ini bukan upaya membungkam gerakan mahasiswa atau menghalangi kritik, melainkan wadah membangun kesepahaman bersama demi menjaga kondusivitas daerah. “Kami sepakat menolak segala bentuk agenda anarkis di NTB. Perubahan positif tidak akan lahir melalui kekerasan,” ujarnya.
Lebih lanjut, BEM Universitas Mataram bersama elemen pemuda berkomitmen menjaga kedamaian NTB. “Kedamaian adalah modal utama kita membangun masa depan. Kami tidak akan membiarkan pihak yang ingin memecah belah persatuan demi kepentingan pribadi,” tambahnya.
Meski demikian, BEM Unram menegaskan tetap menjalankan peran sebagai agen kontrol sosial. Kritik tetap akan dilakukan terhadap pemerintah, namun dengan cara damai dan konstruktif. “Kami akan selalu mengedepankan dialog, data, dan gagasan, bukan kekerasan. Kritik adalah bentuk kasih sayang kami terhadap NTB, bukan kebencian,” pungkasnya.












