LombokFokus|Kuta – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram kembali mengambil langkah baru, dalam memperkuat pengawasan terhadap orang asing, dengan pembentukan tiga Desa Binaan Imigrasi di Kabupaten Lombok Tengah. Pengukuhan tiga desa binaan itu berlangsung dalam Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Lombok Tengah, Rabu (27/8/2025), di Raja Hotel, Kuta Mandalika.
Rakor TIMPORA tersebut dihadiri berbagai unsur penting mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, camat se-Kabupaten Lombok Tengah, perangkat desa, hingga para pelaku pariwisata. Kehadiran lintas sektor itu mencerminkan komitmen bersama, dalam menjaga kondusifitas wilayah, terlebih Lombok Tengah dikenal sebagai destinasi wisata internasional.
Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, hingga sambutan dari Kepala Dinas Tenaga Kerja serta apresiasi dari Kepala Badan Kesbangpol. Puncaknya, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram Mirza Akbar, menyerahkan Surat Keputusan (SK) Desa Binaan Imigrasi kepada tiga desa terpilih, yakni Desa Pengembur, Desa Ketare, dan Desa Lantan.
“Pembentukan Desa Binaan Imigrasi merupakan langkah konkret melibatkan masyarakat secara langsung. Desa akan menjadi mitra strategis sekaligus pusat edukasi keimigrasian di tingkat akar rumput,” ujar Mirza.
Selain pengukuhan desa binaan, Rakor TIMPORA juga membahas isu-isu aktual terkait keberadaan orang asing di Lombok Tengah. Diskusi yang dipandu Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim), menghadirkan Mochamad Akbar Adinugroho, Kabid Penegakan Hukum dan Kepatuhan Internal Kanwil Ditjen Imigrasi NTB.
Dalam rakor tersebut dihasilkan tiga poin utama: 1) Penguatan koordinasi antarinstansi anggota TIMPORA; 2) Optimalisasi komunikasi untuk percepatan penanganan masalah terkait orang asing; dan 3) Sosialisasi berkelanjutan ke masyarakat tentang aturan keimigrasian.
Dengan adanya Desa Binaan Imigrasi, pengawasan orang asing tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat. Imigrasi Mataram berharap, langkah tersebut tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban wilayah, tetapi juga memberi rasa aman bagi dunia usaha, dan mendukung iklim pariwisata di Lombok Tengah.
“Melalui sinergi ini, kita ingin memastikan Lombok Tengah tetap kondusif bagi masyarakat lokal, sekaligus nyaman untuk wisatawan dan investor,” tutup Mirza.(djr)












