Lombok Tengah, Lombokfokus.com – Fasilitas air mancur di Taman Muhajirin Praya yang sempat dikeluhkan warga karena airnya kotor, akhirnya dibersihkan pada Jumat (22/8) lalu. Namun, di balik itu, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Lombok Tengah mengungkap sejumlah kendala dalam pemeliharaan ikon kota tersebut.
Kepala Disperkim Lombok Tengah, Muhammad Supriadin, menjelaskan kotoran pada air mancur disebabkan lumut yang mudah tumbuh di sekitar kolam. Untuk mengatasinya dibutuhkan perawatan khusus, termasuk penggunaan cat yang tahan jamur dan lumut. Sayangnya, pihaknya tidak memiliki anggaran khusus pemeliharaan fasilitas tersebut.
“Yang tersedia hanya anggaran untuk penjagaan dan operator nozel air mancur, sementara anggaran pemeliharaan tidak ada,” jelas Supriadin, Rabu (27/8).
Selain kebersihan air mancur, persoalan drainase di kawasan Taman Wisata Kota (TWK) Muhajirin juga menjadi perhatian. Saluran air kerap tersumbat, apalagi menjelang musim penghujan yang rawan menimbulkan luapan di sekitar taman.
“Kami akan coba petakan saluran-saluran pendukung agar luapan air bisa tertangani dengan baik,” ujarnya.
Di sisi lain, Supriadin menambahkan, pemanfaatan dan pemeliharaan taman saat ini berada di bawah tanggung jawab Disperkim. Namun, untuk bangunan yang dikerjakan Dinas Pariwisata, hingga kini belum ada serah terima resmi pasca masa pemeliharaan berakhir.
“Kenapa belum diserahkan, kami belum tahu secara pasti,” pungkasnya.












