Lombok Tengah | Lombok fokus – Peringatan Hari Perawat Internasional 2026 menjadi momentum untuk memberikan penghormatan atas dedikasi dan pengabdian para perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Praya, dr. Mamang Bagiansyah, Sp.PD, mengatakan peringatan yang diperingati setiap 12 Mei tersebut bukan hanya sebagai bentuk apresiasi terhadap kerja keras para perawat, tetapi juga menjadi sarana refleksi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien.
“Hari Perawat Internasional adalah momen apresiasi terhadap kerja keras, pengorbanan, dan ketangguhan perawat yang setiap hari merawat pasien tanpa mengenal waktu. Di sisi lain, ini juga menjadi wahana introspeksi diri apakah profesi yang dijalankan selama ini sudah dilakukan dengan baik atau masih ada yang perlu diperbaiki,” ujar Mamang di Praya, Senin.
Menurut dia, berbagai kekurangan yang masih ada dalam pelayanan keperawatan harus menjadi pemicu bagi setiap tenaga kesehatan untuk terus berbenah dan bekerja lebih baik demi memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.
Atas nama jajaran direksi dan seluruh civitas hospitalia RSUD Praya, Mamang menyampaikan ucapan selamat Hari Perawat Internasional 2026 kepada seluruh perawat yang telah mengabdikan diri di bidang kesehatan.
“Menjadi perawat bukanlah sekadar profesi, melainkan panggilan hati,” katanya.
Ia menilai perawat memiliki peran penting dalam sistem pelayanan kesehatan karena tidak hanya memberikan tindakan medis, tetapi juga menghadirkan dukungan moral, semangat, dan rasa nyaman bagi pasien yang sedang menjalani proses penyembuhan.
Mamang juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh perawat yang selama ini telah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Terima kasih kepada seluruh perawat yang telah memberikan lebih dari sekadar pengobatan, tetapi juga senyuman, empati, dan kekuatan bagi pasien serta keluarganya,” ujarnya.
Hari Perawat Internasional diperingati setiap tanggal 12 Mei untuk mengenang hari kelahiran Florence Nightingale, tokoh yang dikenal sebagai pelopor keperawatan modern dan berjasa mengubah paradigma pelayanan keperawatan di dunia.
Setiap tahunnya, peringatan tersebut juga menjadi ajang kampanye global yang diinisiasi oleh International Council of Nurses untuk menyoroti berbagai tantangan dan penguatan peran perawat dalam sistem kesehatan, termasuk pentingnya dukungan terhadap kesejahteraan, keselamatan kerja, dan perlindungan hak-hak tenaga keperawatan.
Di tengah berbagai tantangan pelayanan kesehatan, perawat dinilai tetap menjadi garda terdepan yang berperan penting dalam menjaga kualitas layanan serta keselamatan pasien di fasilitas kesehatan.
“Perawat adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang selalu hadir di garis depan pelayanan kesehatan,” demikian pesan yang disampaikan RSUD Praya melalui media sosial resminya dalam memperingati Hari Perawat Internasional 2026.






