Scroll untuk baca artikel
Daerah

Mahasiswa KKP UIN Mataram Gandeng DP3AKB Lotim Sosialisasikan Bahaya Pernikahan Dini dan Kekerasan Seksual di Lingkungan Sekolah

×

Mahasiswa KKP UIN Mataram Gandeng DP3AKB Lotim Sosialisasikan Bahaya Pernikahan Dini dan Kekerasan Seksual di Lingkungan Sekolah

Share this article

 

Lombok Timur | Lombok Fokus- Tergabung dalam Kelompok Kuliah Kerja Partisipatif (KKP) dari Universitas Islam Negri Mataram (UIN Mataram) gelar sosialisasi Pencegahan Pernikahan Usia Anak & Kekerasan Seksual di Lingkungan Sekolah yang di adakan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islam Biiznillah Al-Anshory Moyot, Kecamatan Sakra, Lombok Timur (Lotim) pada Jumat, 18 Juli 2025.

IKLAN
Example 120x600

 

Ketua KKP UIN Mataram M. Hairul Bahri melalui Sekretarisnya Nurkamalia menyampaikan bentuk perhatian mereka dalam memerangi pernikahan usia dini, dimana ia mengatakan begitu banyak dampak negatif yang akan timbul ketika pernikahan usia dini tersebut terjadi.

 

“Ada begitu banyak dampak negatif yang akan timbul saat menikah dibawah umur itu terjadi, baik itu dari sisi kesehatan maupun dari sisi sosial,” jelas Kamalia sapaan akrabnya.

 

Lanjut Kamalia ia bersama teman-teman KKP dari UIN Mataram berkomitmen untuk membantu negara dalam mengurangi pernikahan dini, “kami berkomitmen membantu daerah dalam memerangi pernikahan usia dini,” lanjutnya.

 

“Jangan sampai ada Anak Gendong Anak, lanjutkan pendidikan kalian setinggi-tingginya, karena pernikahan yang baik bukan pernikahan yang cepat tapi pernikahan yang baik adalah pernikahan yang tepat,” tutup Kamalia.

 

Sedangkan Husnul Hadi Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Perempuan dan Anak (PPA) dari Dinas Perlindungan Pada Perempuan dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lombok Timur (Lotim) mengatakan banyak Pemdes yang belum mensosialisasikan perdes atau Awik-awik terkait larangan Pernikahan Usia Dini.

 

“Kami mengakui bahwa Tidak sedikit desa yang belum mensosialisasikan larangan pernikahan usia dini,” jelas Samsul Hadi.

 

Padahal lanjut Samsul Hadi begitu besar dan banyak dampak yang di timbulkan saat anak melakukan pernikah di usia dini, baik itu dari sisi sosial, kesehatan maupun mental dari anak-anak itu sendiri.

 

“Salah satu risiko terbesar dari pernikahan usia dini adalah tingginya angka kematian ibu dan anak,” ujar Hadi.

 

Mencegah pernikahan usia dini tidak bisa hanya di cegah dengan mendekati anak-anak saja, melainkan semua pihak harus terlibat, “keterlibatan dari semua pihak sangat menentukan keberhasilan dari pencegahan pernikahan usia dini ini, terutama kesadaran dari orang tua,” tutup Samsul Hadi.

 

Di akhir kegiatan, Mahasiswa KKP UIN Mataram mengajak semua Siswa-siswi peserta MPLS untuk melakukan penanaman ratusan bibit sayur di beberapa halaman sekolah, mulai dari bibit cabai, tomat, terong, dan bayam.

 

Dimana penanaman bibit tersebut sebagai bentuk dukungan mahasiswa dalam membantu negara untuk menjaga dan membantu program ketahanan pangan nasional.

Example 120x600
Example 120x600