Scroll untuk baca artikel
BeritaDaerahHeadline

Kapus Pringgarata Disorot, Diduga Tekan dan Rendahkan Nakes Paruh Waktu

×

Kapus Pringgarata Disorot, Diduga Tekan dan Rendahkan Nakes Paruh Waktu

Share this article
Aksi Nakes Paruh waktu di kantor DPRD Lombok Tengah. (Dok.LF)

Lombok Tengah | Lombok fokus – Dugaan intimidasi terhadap tenaga kesehatan (nakes) paruh waktu di Puskesmas Pringgarata kian menguat. Selain tekanan untuk tidak mengikuti aksi mogok, kepala Puskesmas setempat juga diduga melontarkan kata-kata tidak etis kepada para nakes.

 

IKLAN
Example 120x600

Salah seorang nakes paruh waktu yang bekerja di Puskesmas Pringgarata, yang meminta identitasnya disembunyikan, membenarkan adanya ucapan tidak pantas tersebut. Ia mengaku mendengar langsung pernyataan bernada merendahkan yang disampaikan dalam sebuah pertemuan internal.

 

“Memang benar ada kata-kata yang kurang pantas disampaikan oleh kepala Puskesmas. Kami yang mendengar merasa sangat kecewa, bahkan sedih,” ujarnya, minggu 19 April 2026.

 

Menurutnya, pernyataan tersebut disampaikan dengan nada tinggi dan menekan, sehingga membuat suasana pertemuan menjadi tidak nyaman. Ia juga mengaku merasa tertekan, terlebih dalam situasi yang berkaitan dengan rencana aksi mogok kerja.

 

“Posisi kami ini sudah sulit, tapi malah mendapat perlakuan seperti itu. Jujur saja, kami merasa terpukul,” tambahnya.

 

Sementara itu, Ketua Barisan Pejuang Kesejahteraan di Instansi Kesehatan (Bangkit) . Lombok Tengah, Sumarni, mengatakan pihaknya menerima banyak laporan serupa dari nakes paruh waktu setelah hearing dengan Komisi IV DPRD Lombok Tengah terkait polemik upah Rp200 ribu per bulan.

 

“Ada pengumpulan teman-teman nakes, lalu diberikan penekanan agar tidak melakukan mogok. Dalam pertemuan itu juga muncul kata-kata yang tidak etis dan bernada merendahkan,” ujar Sumarni.

 

Ia mencontohkan salah satu ucapan yang diduga dilontarkan kepala Puskesmas Pringgarata, yakni “bodoh atau bongoh lah, siapa suruh tidak lulus P3k Penuh waktu. yang dinilai tidak pantas dan berpotensi sebagai bentuk intimidasi.

 

Sumarni menegaskan, pihaknya akan mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan tersebut untuk selanjutnya dilakukan mediasi serta mendorong adanya klarifikasi dari pihak Puskesmas Pringgarata.

 

Pihak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Puskesmas Pringgarata terkait dugaan tersebut. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan pernyataan resmi.

Example 120x600
Example 120x600