MATARAM,– Transformasi digital di sektor pendidikan terus berkembang pesat. Menjawab kebutuhan tersebut, EduTech Nusantara Digital hadir sebagai perusahaan yang fokus membangun ekosistem digital bagi pondok pesantren, sekolah, madrasah, yayasan pendidikan, hingga perguruan tinggi di Indonesia.
Mengusung tagline “Membangun Ekosistem Digital untuk Pesantren dan Sekolah Indonesia”, perusahaan ini tidak hanya menawarkan layanan pembuatan website, tetapi juga penguatan tata kelola kelembagaan, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), digital branding, hingga pendampingan akreditasi.
Manajemen EduTech Nusantara Digital menjelaskan bahwa tantangan lembaga pendidikan saat ini tidak lagi sebatas pada ketersediaan sarana fisik, tenaga pendidik, dan peserta didik. Di era digital, lembaga pendidikan juga dituntut memiliki identitas digital yang profesional, sistem tata kelola yang baik, serta kemampuan menyampaikan informasi secara cepat, akurat, dan transparan kepada masyarakat.
“Website hanyalah salah satu instrumen digitalisasi. Yang lebih penting adalah bagaimana lembaga pendidikan mampu membangun sistem kelembagaan yang profesional, transparan, dan berkelanjutan,” ujar Badrul Muhayat perwakilan EduTech Nusantara Digital.
Fokus pada Digitalisasi Pesantren dan Sekolah
Berbeda dengan penyedia jasa website konvensional, EduTech Nusantara Digital mengembangkan pendekatan yang lebih komprehensif melalui tiga layanan utama, yakni EduTech Web, EduTech Governance, dan EduTech Media.
Melalui layanan EduTech Web, lembaga pendidikan dapat memiliki website resmi dengan domain pendidikan seperti .ponpes.id, .sch.id, maupun .ac.id. Website tersebut dilengkapi berbagai fitur pendukung seperti profil lembaga, publikasi berita dan informasi, PPDB online, galeri kegiatan, direktori guru atau ustaz, hingga integrasi WhatsApp dan media sosial.
Sementara melalui layanan EduTech Governance, perusahaan membantu lembaga pendidikan menyusun berbagai SOP penting, mulai dari SOP perlindungan santri, SOP pengasuhan, SOP asrama, SOP penanganan kekerasan, SOP tata usaha, SOP keuangan, hingga tata kelola yayasan.
Adapun EduTech Media berfokus pada penguatan citra dan reputasi lembaga melalui penyusunan company profile, buku profil pesantren, buku pedoman santri, pengelolaan media sosial, publikasi berita website, hingga strategi digital branding.
Menjawab Kebutuhan Transformasi Digital Pendidikan
Pasar awal EduTech Nusantara Digital difokuskan pada Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan sasaran pondok pesantren, madrasah, sekolah swasta, dan yayasan pendidikan. Ke depan, perusahaan menargetkan ekspansi layanan ke Bali, Nusa Tenggara Timur, hingga berbagai wilayah di Indonesia.
Menurut manajemen perusahaan, masih banyak lembaga pendidikan yang memandang website hanya sebagai sarana informasi. Padahal, website dapat menjadi pusat layanan digital yang mendukung transparansi kelembagaan, promosi pendidikan, kebutuhan akreditasi, hingga pelayanan publik.
Karena itu, EduTech Nusantara Digital juga menawarkan pengembangan layanan lanjutan seperti sistem PPDB online, sistem informasi akademik, e-rapor, e-learning, hingga audit tata kelola pesantren dan sekolah.
“Kami ingin menjadi mitra strategis lembaga pendidikan. Yang kami bangun bukan hanya website, tetapi sistem yang membuat pesantren dan sekolah menjadi lebih profesional, terpercaya, dan siap menghadapi era digital,” jelasnya pria alumni Universitas Mataram.
Selain layanan website, perusahaan juga menyediakan jasa penyusunan SOP pesantren dan sekolah, pendampingan akreditasi, penyusunan company profile, serta berbagai layanan konsultasi tata kelola kelembagaan pendidikan.
Dengan pendekatan yang mengintegrasikan digitalisasi, tata kelola, branding, dan penguatan kelembagaan, EduTech Nusantara Digital optimistis dapat menjadi salah satu perusahaan konsultan digitalisasi pendidikan yang berkontribusi dalam mendorong transformasi pesantren dan sekolah di Indonesia.






