Lombok Utara – Bencana banjir yang melanda Kabupaten Lombok Utara (KLU) direspon cepat oleh Pemerintah Daerah (Pemda). Akibat intensitas hujan yang tinggi pada Selasa 6 Desember 2021 kemarin, menyebabkan sejumlah desa khususnya di Kecamatan Pemenang terendam banjir. Kendati begitu, Wakil Bupati KLU Danny Carter Febrianto Ridawan langsung turun ke lokasi. Demikian diungkapkan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD KLU Zaldy Rahardian, Rabu (7/12).
Menurutnya, sejak banjir kemarin Wakil Bupati beserta Satpol PP, TRC-PB, Polri, TNI, hingga instansi terkait langsung berada di lokasi. Selain melakukan peninjauan, kehadiran mereka guna melakukan koordinasi pun membangun posko hingga menyediakan dapur umum yang bersifat mobile oleh Dinas Sosial. Kecamatan Pemenang merupakan kawasan yang paling terdampak dari bencana kemarin.
“Pak Wabup dari kemarin sudah di sana bahkan jam 8 malam ia masih rapat dengan anggota di sana. Sejauh ini penanganan sudah kita lakukan,” ungkapnya.
Dijelaskan, dari hasil koordinasi beserta jajaran instansi terkait tidak hanya BPBD yang melakukan penanganan kendati juga Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan. Dinas sosial bertugas memberikan layanan dapur umum sehingga apa yang menjadi kebutuhan masyarakat kaitan konsumsi bisa diatasi. Sementara Dinas Kesehatan sudah di instruksikan oleh Wabup untuk turun ke lapangan mengecek jika ada didapati masyarakat yang terkena penyakit supaya segera ditangani.
“Obat obatan dari dikes sudah ada dan mereka turun lapangan cek bila ada masyarakat kena penyakit bisa ditangani langsung. Keterlibatan semua stakeholder penting tidak bisa sendiri supaya bisa kolaborasi ini harapan tak terkecuali,” jelasnya.
Terhadap Anggaran Tidak Terduga yang stand by di BPBD, disebutkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinsos. Dinsos diharapkan segera membuat rencana kebutuhan sehingga nantinya segera masuk riview oleh Inspektorat. Atas hasil riview tersebut akan menjadi acuan anggaran bisa diambil di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Kendati demikian, menurutnya hal ini sudah berjalan sembari dilakukan evakuasi kemarin.
“Kami sudah bahas itu kemarin, kita minta dinsos buat rencana kebutuhan nanti berdasarkan itu dijadikan BPKAD untuk mencairkan dana tersebut,” katanya.
Mengantisipasi adanya bencana susulan, Mantan Kepala Dinas LH tersebut menerangkan kemarin sudah digelar apel siaga dengan semua lintas sektor tak terkecuali para relawan. Dalam apel dibahas perihal koordinasi dan siapa berbuat apa. Sehingga diharapkan ketika ada banjir susulan seluruh pihak sudah bisa mengatasi sebagaimana tupokasi masing-masing. Di BPBD sendiri, telah menyiagakan TRC dilapangan untuk mengantisipasi hal tersebut.
“Apel siaga tanggap bencana semua hadir hingga para relawan kita libatkan bagaimana sistem koordinasi jika terjadi bencana. Komunikasi harus sangat intens begitu ada bencana semua tahu harus berbuat apa. Kami di bpbd juga akan tangani,” pungkasnya.
Dalam laporan Pusdalop BPBD KLU, kejadian banjir hingga air rob (pasang) menggenangi rumah warga hingga area pertanian. Selain itu terdapat satu jembatan penghubung di Dusun Bentek ke Dusun Lembah Sari diketahui putus. Demikian pula terdapat pohon tumbang disejumlah titik yang saat ini sudah ditangani BPBD. Akibat bencana tersebut, setidaknya lahan pertanian padi di Dusun Bentek, Dusun Kerujuk, Dusun Telaga Wareng, Dusun Sumur Mual, Dusun Karang Montong Lauk, Dusun Muara Putat dan Dusun Cupek tergenang. Sementara tanaman jenis cabai di dusun Karang Montong Lauk tak luput disapu banjir. Adapun korban terdampak yakni sebanyak 217 Kepala Keluarga (KK) atau 704 jiwa.(ric)


