Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaPendidikan

Tim MoRA The Air Fund Libatkan Guru dan Siswa Validasi Aplikasi Sekolah Harmoni di Lampung

×

Tim MoRA The Air Fund Libatkan Guru dan Siswa Validasi Aplikasi Sekolah Harmoni di Lampung

Sebarkan artikel ini

BANDAR LAMPUNG, LOMBOK FOKUS – Tim peneliti program MoRA The Air Fund yang dipimpin Dr. Emawati dari Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram melibatkan guru dan siswa dalam proses validasi Aplikasi Sekolah Harmoni di Bandar Lampung. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengembangkan instrumen untuk memetakan kondisi dan memperkuat budaya toleransi, inklusivitas, serta harmoni di lingkungan pendidikan.

Salah satu tahapan pengembangan aplikasi tersebut berlangsung melalui uji coba luas di empat sekolah di Kota Bandar Lampung pada 29–30 Oktober 2026. Keempat sekolah tersebut meliputi SMAN 9 Bandar Lampung, SMAN 16 Bandar Lampung, SMPN 2 Bandar Lampung, dan SMPN 22 Bandar Lampung.

IKLAN
Example 300x600

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) Validasi Hasil Uji Coba Luas di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Jumat (30/10/2026).

Guru dan Siswa Terlibat dalam Pengembangan Aplikasi Sekolah Harmoni

Pengembangan Aplikasi Sekolah Harmoni melibatkan berbagai unsur warga sekolah untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kehidupan sosial di lingkungan pendidikan. Kepala sekolah, guru agama, guru mata pelajaran umum, tenaga kependidikan, hingga pengurus OSIS dilibatkan dalam proses pengumpulan pengalaman dan penilaian terhadap kondisi harmoni sekolah.

Pelibatan peserta didik menjadi salah satu aspek penting dalam proses tersebut. Siswa tidak hanya menjadi objek pengukuran, tetapi juga menjadi bagian dari proses pemberian masukan mengenai toleransi, keberagaman, hubungan antarteman, dan suasana kehidupan sekolah sehari-hari.

Melalui keterlibatan tersebut, tim peneliti dapat memperoleh perspektif langsung dari warga sekolah. Pendekatan ini memungkinkan pengembangan instrumen mempertimbangkan pengalaman pendidik sekaligus peserta didik dalam membangun interaksi sosial yang harmonis.

FGD Validasi Hadirkan Akademisi dan Pemangku Kebijakan Pendidikan

Untuk memperkuat hasil uji coba, tim peneliti menyelenggarakan FGD dengan menghadirkan dua narasumber dari UIN Raden Intan Lampung, yakni Prof. Dr. Hj. Yuberti, M.Pd. dan Sri Purwanti Nasution, M.Pd.

Forum tersebut juga melibatkan Septina Tharir, S.IP., M.Si. dari Dinas Pendidikan Provinsi Lampung serta Hendra Apriawan, S.T. dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Lampung.

Diskusi membahas sejumlah aspek pengembangan aplikasi, mulai dari relevansi instrumen, kemudahan penggunaan, hingga kemampuan aplikasi dalam menggambarkan kondisi harmoni di lingkungan sekolah. Masukan dari akademisi, praktisi, dan pemangku kebijakan pendidikan menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan aplikasi sesuai kebutuhan satuan pendidikan.

Aplikasi Sekolah Harmoni Dukung Pengukuran Indeks Harmoni Sekolah

Bagi tim peneliti, sekolah harmoni tidak cukup dimaknai sebagai lingkungan yang bebas dari konflik. Sekolah juga perlu membangun kebiasaan saling menghormati, memberikan ruang bagi perbedaan, serta menciptakan interaksi yang adil di antara seluruh warga sekolah.

Melalui pengembangan Aplikasi Sekolah Harmoni, tim MoRA The Air Fund berharap satuan pendidikan memiliki instrumen yang dapat membantu memetakan kondisi harmoni sekaligus menjadi dasar penguatan budaya toleransi.

Hasil pengembangan aplikasi ini juga diharapkan mendukung pengukuran Indeks Harmoni Sekolah (IHS). Dengan demikian, sekolah dapat memiliki landasan evaluasi untuk memperkuat lingkungan pendidikan yang inklusif, moderat, aman, menghargai keberagaman, dan bebas dari paham radikalisme.

Example 300250
Example 120x600
Example 120x600