Lombok Timur Lombokfokus.com – Ketua Pimpinan Cabang (PAC) Ansor Lombok Timur Muhammad Solihin memberikan pernyataan tegas terkait temuan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak layak konsumsi di sejumlah Dapur yang ada di Lombok Timur terutama menu yang di sajikan oleh Dapur Sukaraja Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur.
Pada vidio yang beredar, beberapa siswa membuka paket menu yang di berikan oleh pihak Dapur Sukaraja yang dimana telur dan buah yang di kemas pihak dapur sudah tidak layak konsumsi lagi.
”Seperti pengakuan siswa dalam vidio itu, Telur yang di sajikan dapur itu sudah berbau, dan buah salaknya juga sudah busuk dan mengeluarkan belatung,” ajar Solihin. Rabu, 21 Januari 2026.
Dari temuan itu saja sudah bisa kita simpulkan bahwa pihak dapur itu tidak teliti terhadap komoditas yang di sajikan, “jangan gara-gara mitra itu keluarga atau sahabat pengelola dapur, siswa atau Penerima Manfaat yang jadi korban,” lanjutnya.
”Ini sangat memprihatinkan, Kami tidak bisa mentolerir adanya dapur yang memberikan makanan tidak layak kepada anak-anak, kami akan melaporkan Dapur Sukaraja ke Badan Gizi Nasional (BGN) jika tidak ada tindakan perbaikan,” Tegas Solihin.
Lanjutnya, Dapur Sukaraja telah melanggar standar gizi dan kesehatan yang ditetapkan pemerintah, Gerakan Pemuda Ansor Lombok Timur akan terus berkomitmen untuk mengawal dan menyuarakan tindakan-tindakan tidak sehat itu.
”Dari awal kami sampaikan, Ansor akan terus memberikan keritik keras dan tidak mentolerir dapur manapun jika diketahui dapur itu tidak serius dalam menjalankan amanah Presiden ini,” tutupnya.
Ditempat terpisah, KSPPG Sukaraja Muhammad Abduh membenarkan kalau vidio yang viral itu merupakan menu yang ia sajikan, namun di hari itu pihak dapur sudah koordinasi dengan pihak sekolah.
”Terkait vidio itu di hari yang sama sudah kami selesaikan permasalah itu, dan kami juga mengganti makan yang rusak itu dengan yang baru,” ujar Abduh.
”Dari 3820 Penerima Manfaat yang di layani, hanya di satu titik itu saja ditemukan adanya kerusakan, selebihnya tidak ada,” kata Abduh.












