LombokFokus|Lotara – Destinasi wisata Murkencong, Dusun Kencong, Desa Sokong, KecamatanTanjung, Kabupaten Lombok Utara (KLU) dirasa potensial. Wisatawan asing dari berbagai Negara seperti Australia, Amerika dan Madagaskar juga telah berkunjung untuk menikmati indahnya alam di Gardu Pandang tersebut. Demikian disampaikan Kepala Dusun Kenceng Adi Susanto, Rabu (30/10/2024).
Dikatakannya, selain menyajikan view yang indah dari pegunungan ke arah pantai, destinasi wisata Murkencong juga menyajikan berbagai atraksi kesenian daerah, pemandangan sawah yang indah dan asri.
“Yang ditonjolkan di destinasi wisata kita ini adalah perkebunan, kawasan hutan yang asri dan pemandangan pantai dari atas gardu pandang dan spot swafoto,” ungkapnya.
Meski demikian, kata Adi, destinasi tersebut masih kekurangan sarana dan prasarana yang memadai, tentu forum yang ada di dusun sebagai pengelola, masih mengharapkan bantuan dari pemerintah untuk melengkapi fasilitas serta sarana dan prasarana agar lebih memadai.
“Meski sudah berjalan bagus, tapi sarana dan prasana penopang yang belum memadai,” katanya.
Adi menegaskan, sebelum gempa melanda Lombok Utara, destinasi itu telah dikelola dengan baik, bahkan tempat tersebut selalu ramai pengunjung, namun pasca gempa fasilitas penunjang di tempat tersebut sangat tidak memadai.
“Tapi sampai sekarang tetap ada saja yang masih berkunjung,” ucapnya.
Lebih lanjut, Adi berharap agar pemerintah daerah, provinsi dan pemerintah pusat dapat fokus membangun destinasi wisata kencong, agar perekonomian masyarakat sekitar dapat berjalan lebih baik lagi.
“Keinginan kita bagaimana destinasi wisata kencong ini, biar bisa lebih dikenal dan pemerintah bisa fokus melanjutkan pembangunan di destinasi wisata tersebut,” tandasnya.
Sementara itu Kepala Bidang Destinasi Wisata Dispar Lombok Utara, Alfian Zubair, menuturkan jika tahun 2024 pihaknya getol melakukan refitalisasi di berbagai destinasi wisata seperti ekowisata kerujuk, rest area Kokok Putek, ekowisata di Gangga serta pembangunan fasilitas umum penunjang toilet dan lain-lain.
“Kalau untuk kencong ini mungkin di tahun depan, asalkan pengelola ataupun pokdarwisnya aktif, untuk mengusulkan anggaran ke dinas,” pungkasnya.(iko)


