Example floating
Example floating
BeritaDaerah

SMKN 1 Praya Lombok Tengah Dipercaya Tampung Siswa Beasiswa ADEM Repatriasi

×

SMKN 1 Praya Lombok Tengah Dipercaya Tampung Siswa Beasiswa ADEM Repatriasi

Share this article

 

Lombok Tengah | Lombok fokus – SMKN 1 Praya Lombok Tengah menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kembali ke Tanah Air. Terhitung sejak Tahun Pelajaran 2023-2024 hingga Tahun 2025-2026, sekolah ini dipercaya menampung siswa melalui jalur Program Beasiswa ADEM Repatriasi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Selamat Pelantikan KNPI NTB
Example 120x600
By: PT. RIZKI SURYA PERMAISINDO

Program Beasiswa ADEM Repatriasi adalah inisiatif pemerintah yang bertujuan memberikan kesempatan pendidikan menengah berkualitas bagi anak-anak PMI yang sebelumnya menempuh pendidikan di Community Learning Center (CLC) atau Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) di luar negeri, khususnya di Sabah, Sarawak, dan Johor Bahru, Malaysia.

Kepala SMKN 1 Praya, Kasman, menjelaskan bahwa hingga Tapel 2025-2026, pihaknya telah menampung total 11 siswa program Beasiswa ADEM Repatriasi. “Terhitung Tahun pelajaran 2023-2024, 2024-2025 hingga Tahun pelajaran 2025-2026, kami telah menampung 11 siswa yang masuk dalam Program Beasiswa ADEM Repatriasi,” ujar Kasman.

Perincian jumlah siswa yang diterima adalah 3 orang pada Tahun Pelajaran 2023-2024, 5 orang pada Tapel 2024-2025, dan 4 orang pada Tapel 2025-2026. Dari total 11 siswa tersebut, 3 di antaranya adalah laki-laki dan 9 perempuan. Mengenai pilihan jurusan, Kasman menyatakan sepenuhnya diserahkan kepada siswa yang bersangkutan.

SMKN 1 Praya adalah satu-satunya sekolah di Lombok Tengah yang memiliki program Beasiswa ADEM Repatriasi. Di tingkat Provinsi NTB, beberapa sekolah lain yang juga menjalankan program serupa antara lain SMKN 1 Keruak Lombok Timur, SMKN 1 dan 2 Kuripan di Lombok Barat, serta SMKN 3 dan SMKN 5 Mataram.

Kasman menambahkan bahwa beasiswa ini bertujuan memberikan kesempatan melanjutkan pendidikan menengah di Indonesia dan mempercepat pembangunan sumber daya manusia melalui akulturasi. “Semua biayanya ini sudah ditanggung oleh pemerintah, anak-anak tinggal belajar saja,” tegasnya.

Mengenai adaptasi siswa, Kasman menjelaskan bahwa mereka bergaul dengan baik layaknya teman-teman sebaya lainnya dan bahkan sudah terbiasa menggunakan bahasa Sasak.

Namun, program Beasiswa ADEM Repatriasi ini hanya berlaku hingga jenjang sekolah menengah. Untuk pendidikan tinggi, pemerintah telah menyiapkan program lain seperti Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) atau jalur umum lainnya.

Iklan Ikuti Saluran Lombok Fokus

Ikuti Saluran
Lombok Fokus

Ikuti di WhatsApp
Example 120x600
Example 120x600