Mataram, – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mataram menyatakan dukungan terbuka atas kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, ke Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam rilis resmi bertajuk “Dukung Kunjungan Wapres Gibran ke NTB sebagai Langkah Strategis Membangun Dialog dan Akselerasi Pembangunan”, BEM Unram menilai agenda tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret untuk memperkuat sinergi pusat-daerah dan membuka ruang partisipatif bagi publik, khususnya mahasiswa.
Presiden Mahasiswa BEM Unram, Lalu Nazir Huda, menyebutkan bahwa kehadiran Wapres Gibran merupakan peluang strategis untuk menyampaikan langsung aspirasi dan kritik konstruktif terkait janji kampanye maupun kebijakan pemerintah di bidang ketenagakerjaan, pendidikan, dan ekonomi.
“Kunjungan Wapres Gibran di NTB harus kita maknai sebagai momen untuk mempertegas aspirasi daerah. Ini bukan sekadar kunjungan simbolik, tapi pintu dialog langsung antara mahasiswa dan pemerintah pusat,” ujar Nazir. Kamis (31/7/25).
Pernyataan Sikap BEM Universitas Mataram:
- Mendukung kehadiran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di NTB sebagai bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap kawasan timur Indonesia dan percepatan pembangunan daerah.
- Mendorong terselenggaranya forum dialog terbuka antara Wapres dengan mahasiswa serta elemen masyarakat sipil untuk membahas kebijakan nasional yang berdampak langsung ke daerah.
- Mengajak seluruh mahasiswa tetap bersikap kritis, terbuka, dan konstruktif, menjadikan momen kunjungan ini sebagai ruang menyampaikan harapan dan evaluasi terhadap kinerja pemerintah.
- Menolak segala bentuk polarisasi dan upaya politisasi yang dapat mencederai semangat kebangsaan dan peran strategis mahasiswa sebagai jembatan aspirasi rakyat.
- Menegaskan posisi BEM Unram sebagai mitra kritis dan independen, yang siap mendampingi proses demokrasi dan pembangunan nasional secara objektif.
Komitmen Mahasiswa dalam Demokrasi dan Pembangunan
BEM Universitas Mataram menegaskan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral dan intelektual dalam menyuarakan kepentingan rakyat secara berimbang, bukan sekadar menjadi oposisi atau alat politik tertentu. Kunjungan Wapres ke NTB dinilai sebagai kesempatan emas untuk membangun komunikasi langsung dan memperjuangkan kepentingan masyarakat lokal dalam konteks pembangunan nasional yang lebih inklusif.
Dengan pernyataan ini, BEM Unram mengajak seluruh elemen mahasiswa di NTB untuk bersatu dalam narasi positif, aktif dalam advokasi kebijakan, dan tidak terjebak dalam sikap reaktif terhadap agenda kenegaraan yang membawa potensi perubahan nyata.


