Verification: 27a3a887773ff714

Quo Vadis Eksportasi Domba : Memahami Langkah Importasi Dorpher Australia Dalam Pertentangan Bisnis dan Ideologis

  • Bagikan
Sabolah
Quo Vadis Eksportasi Domba : Memahami Langkah Importasi Dorpher Australia Dalam Pertentangan Bisnis dan Ideologis

Opini | Saya terkejut sekaligus mengerenyitkan dahi tatkala membaca sebuah Tajuk sebuah majalah Peternakan yang membuat Judul Darurat perbibitan domba, keterkejutan saya didasari kabar sebelumnya yang menginformasikan telah masuknya domba-domba indukan dari Australia berupa domba Dorpher, seakan tajuk majalah tersebut menjadi sebuah pembenar bahwa masuknya domba import tersebut benar dan memang sangat dibutuhkan.

Tentu lebih terkejut lagi ketika membaca tulisan didalamnya dari seorang tokoh peternakan Indonesia yang dalam tulisannya memang menyatakan apabila kita benar benar
membutuhkan domba import tersebut apabila kitai ingin menjadi negara pengeksport domba, sungguh kesalahan logika dasar. Bagaimana mungkin eksportasi dibangun dengan
memperbanyak sumber dari import.

BANK NTB Syariah

Saya tidak pernah merasa terkejut sebetulnya karena ketika ada undangan dari kementrian Pertanian dalam hal ini Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan hewan kala
itu dalam pembahasan mengenai “Evaluasi Eksport Hewan Ternak Domba” dan saat itu saya memilih tidak hadir. Ketika beberapa pihak mempertanyakan ketidakhadiran saya waktu itu termasuk dari Kementan, saya hanya berdalih bagaimana mungkin saya hadir ditempat Importasi diijinkan dengan para pendukung importasi domba.

Saya sungguh memahami dan memaklumi meskipun rada sedikit khawatir dengan maraknya importasi daging sapi dan kerbau di Indonesia, pemahaman saya didasari belum terpenuhinya jumlah sapi di Indonesia dikarenakan keterlambatan kesadaran kita dalam pemenuhan sapi bakalan dan Indukan sehingga apabila kita penuhi kebutuhan akan daging sapi
melalui sapi local maka dalam waktu kurang dari sebulan, sapi kita bias seketika habis. Importasi sapi dan kerbau saya pahami perlu dilakukan meskipun dengan banyak catatan dan
dispensasi kepada para peternak sapil ocal.Tapi bagaimana dengan domba? Apa memang seperlu ini?

Lucu ketika ada salah satu kawan yang merupakan direktur disalah satu Lembaga pemerintah berbicara kepada saya bahwa salah satu staff khusus Menteri dikementrian saat
itu ketika ditanya perihal importasi ini hanya mengatakan karena kualitas dan blood domba dari Australia sangat baik dan bagus. Sebegitu pesimiskah dan rendah dirinya pernyataan seorang
staff khsusus dalam memaknai dan memandang domba dan peternak kita untuk membela importasi domba ini? atau hanya karena yang bersangkutan merupakan aktivis sebuah asosisasi yang juga menjadi pelakui mport tersebut? Entahlah.

READ  Ilham Super, YouTubers Konten Sholawat.

Adalagi yang saya sangat mengenali mereka adalah aktivis dan penulis sekaligus akademisi yang selalu berbicara dalam melawan importasi daging kerbau India dan Brazil (tapi tidak untuk Australia????) mereka-mereka ini selalu melawan dalam tulisan tentang importasi kerbau dan daging brazil dengan dalih kemandirian dan kesejahteraan peternakakan terkikis, tapi ketika importasi domba ini??Semua menjadi pendiam dan setuju saja, yang saya
mendengar karena menjadi konsultan disalah satu pelaku Import. Sayapun sangat menyesali ini, padahal sebelumnya merekal lah yang paling berteriak dan menentang rencana ridwan Kamil (Gub Jabar-Pen) ketika melakukan imoortasi sapi belgian Blue yang akan dikawin silangkan dengan sapi lokal jawa barat, toh sebetulnya kan sama saja dengan importasi domba Australia ini? Tanya saja pada rumput yang bergoyang dan terinjak para kapitalisme berbaju peternak.

Lalu posisi kita seharusnya ada diposisi mana?Tentu kita harus menjadi penentang utama dari importasi ini dikarenakan banyak faktor dan banyak hal; yang pertama meskipun menjadi perdebatan mengenai jumlah yang sebenarnya domba dan kambing di Indonesia akan tetapi tetap saja masih lebih dari cukup untuk kita bicara tidak perlu melakukan import domba ataupun kambing dari luar negeri. Silahkan anda berdebat Panjang mengenai jumlah domba dan kambing diIndonesia baik itu di BP Sataupun di Kementrian Pertanian tetap tidak mengurangi esensi bahwa jumlah domba kita masih lebih dari cukup. Kaitan lainnya tentu saja tentang perintah Presiden Jokowi untuk melakukan eksportasi domba dalam hal ini berbasis korporasi rakyat, kenapa ketika eksportasi sudah sukses dilakukan meski dengan berbagai catatannya, kementan malah melakukan cara instan dengan mengijinkan importasi tersebut untuk
dikawinkan dengan domba lokal??Tentu akan sangat sulit bagi pelaku eksport ketika berjuang sekaligus bercerita mempromosikan bahwa domba Indonesia memiliki kualitas unggul tetapi di sisi lainnya malah dukungan import sangat luas. Apa ini yang diinginkan pak Menteri Pertanian dan presiden Jokowi?

READ  Walaupun Pandemi, Nahanson Trio Tetap Berkarya

Eksportasi yang berhasil dilakukan hingga ke Abu Dhabi bukanlah perkara yang mudah, penuh dengan cerita dan perjuangan yang banyak orang tidak tahu, salah satu tujuannya adalah karena ingin membangun harapan dan motivasi dipeternak Indonesia supaya mereka bangga dalam beternak sekaligus juga yakin bahwa beternak bias menjamin kehidupan mereka sehari-hari. Cerita dalam mempromosikan domba local kita keluar negeri bukan juga perkara mudah, meyakinkan pihak luar bahwa domba kita memiliki kualitas yang luar biasa tidaklah mudah, dan saat ini rusak hanya karena importasi yang buat kami sangat menyakiti hati peternak Indonesia.

Lalu apa yang sebaiknya dilakukan?Kalau mengenai populasi yang memang terkikis, tentu harus dicari akar penyebabnya, pernah ada yang menyanggah saya dalam sebuah forum dan menunjuk bahwa dengan eksportasi yang saya lakukan adalah penyebab populasi yang berkurang dan harga mahal dipeternak, mereka (atau Dia-Pen) mengatakan bahwa urusan market (pasar) sudah bukan menjadi masalah karena jabotabek dan jm jawa barat juga memiliki
kebutuhan yang luar biasa besar. Apa yang saya jawab? Saya mengatakan justru kami hanya meng-eksport pejantan saja ke Malaysia dan negara lainnya, sebaliknya yang justru melakukan pemotongan betina besar-besaran adalah mereka-mereka yang mengirim ke jabotabek dan jawa barat, termasuk beberapa rumah aqiqah dan sedihnya lagi betina tersebut masih produktif, maka pihak pemerintah baiknya melakukan dan mengeluarkan peraturan Menteri tentang pelarangan pemotongan indukan betina untuk domba, selain juga melakukan program laiknya
Siwabdi sapi kepada industry domba.

Pak Menteri Pertanian sebaiknya jeli dan mengevaluasi persoalan importasi domba dorpher ini secara jauh lebih serius, karena perintah Presiden jelas bahwa tingkatkan eksport dan minimalisir import apalagi yang masih berkaitan dengan peternak dan korporasi rakyat. Domba dan kambing ini adalah industry yang masih dimiliki banyak peternak-peternak langsung,
usaha kecil dan menengah yang masih jauh diliirik banyak konglomerasi (meski hari ini sudah), baiknya pak Menteri melakukan perlindungan terhadap peternak-peternak dengan cara salah satunya melarang penuh importasi Domba kambing hidup dari negara manapun.

READ  Buruan Daftar, Universitas Mataram Buka Pendaftaran CPNS Tahun 2021

Bagaimanapun buatlah peternak kita bangga dengan apa yang mereka kerjakan yakni beternak, buat mereka optimis dengan industri peternakan domba, lindungi mereka dan sejahterakan mereka dengan cara apapun yang kita bisa, saatnya jadikan mereka subjek dari payang mereka lakukan bukan sebagai objek sehingga ketika siapapun Menterinya dan Presidennya bisa meninggalkan legacy terhadap dunia peternakan domba dan kambing di Indonesia sehingga dikenang pro peternak rakyat, karena ketika Peternak Sejahtera, Indonesia jaya!!!

Ditulis oleh Harun Ar Rasyid, Wakil Ketua Komite Tetap Industri Peternakan & Kemitraan KADIN PUSAT yang Ketua Umum Perhimpunan Sapi-Kerbau Indonesia Jawa Barat Sekaligus Ketua Umum Koperasi Peternak Indonesia

www.lombokfokus.com

Facebook

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Subscribe for notification
Refleksi HANI, Wartiah dan Rumah Aspirasi Gelar Loma Video Kreatif Mantan Wakil Gubernur NTB Wafat Aksi Joget Tiktok di Lombok Viral