Scroll untuk baca artikel

PW IPNU-IPPNU NTB Gelar Latihan Instruktur I dan Pelatih I Sesi II di Lombok Tengah

×

PW IPNU-IPPNU NTB Gelar Latihan Instruktur I dan Pelatih I Sesi II di Lombok Tengah

Share this article

Lombok Tengah,  – Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali mengadakan Latihan Instruktur I dan Pelatih I sesi II. Acara ini berlangsung di Yayasan Pondok Pesantren Al-Hidayan Beber, Desa Pengenjek, Kecamatan Jonggat.

 

IKLAN
Example 120x600

Kegiatan yang dimulai pukul 16.45 WITA ini dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Pimpinan Pusat IPNU, Iqbal Hamdan Habibi, Pimpinan Pusat IPPNU, Meliana Panca Rani, serta Prof. Dr. H. Lukman Hakim, M.Pd yang mewakili PWNU NTB. Turut hadir pula pengurus PW, BPH PC, hingga PAC IPNU-IPPNU se-NTB yang memadati acara pembukaan.

 

Meski sempat tertunda beberapa menit karena hujan, acara akhirnya berlangsung lancar. Ketua PW IPNU NTB, Rekan Yusril Ihza Mahendra, dalam sambutannya menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat sistem kaderisasi di NTB.

 

“Latihan Instruktur I dan Pelatih I sangat penting, karena NTB masih tertinggal dibandingkan PW lain dalam menertibkan sistem kaderisasi. Namun, kami mulai merasakan perubahan dalam satu tahun terakhir setelah kehadiran instruktur dan pelatih. Kaderisasi kini semakin masif dan tersertifikasi sesuai POPA. Meski awalnya ada penolakan, semua berakhir indah. Alhamdulillah, rata-rata alumni Latinpel I sudah menyelesaikan RTL-nya,” ungkap Yusril.

 

Kaderisasi sebagai Ruh Organisasi

Yusril yang telah 10 tahun berproses di IPNU menyebutkan bahwa kaderisasi adalah ruh utama organisasi. Hal ini menjadi fokus utama dalam kepemimpinannya di PW IPNU NTB.

 

Sementara itu, sambutan dari PWNU NTB yang diwakili oleh Prof. Dr. H. Lukman Hakim, M.Pd memberikan pesan kepada kader IPNU-IPPNU untuk selalu menghargai waktu dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

 

“Saya pernah tidak naik kelas I. Dari pengalaman itu, saya belajar untuk terus berjuang. Alhamdulillah, berkat kegigihan, tiga doa saya terkabul: menyelesaikan kuliah tepat waktu, mengelilingi beberapa negara, dan menikah dengan pujaan hati. Semua berkat doa kepada Sang Maha Pengasih,” ujar Lukman Hakim, yang juga Ketua LP Ma’arif NU NTB.

 

Ia juga mendorong agar kegiatan penguatan kaderisasi seperti ini terus dilanjutkan demi kemajuan IPNU-IPPNU di NTB.

 

Pesan dari PP IPNU-IPPNU

Mewakili Ketua Umum PP IPPNU, Meliana Panca Rani menyampaikan bahwa Latinpel I adalah langkah penting dalam menyamakan sistem kaderisasi di seluruh Indonesia.

 

“Jika NTB baru dua kali mengadakan Latinpel I, ke depan kami berharap PC juga dapat melaksanakannya sebagai bukti nyata kerja para alumni Latinpel,” tegas Meliana.

 

Ketua Kaderisasi PP IPNU, Iqbal Hamdan Habibi, mengibaratkan instruktur dan pelatih sebagai montir dalam sebuah organisasi.

 

“Sopir adalah ketua PW, PC, atau PAC, sedangkan montir adalah rekan-rekanita yang menjalani pelatihan ini. Montir mungkin tak terkenal seperti sopir, tapi mereka adalah inti dari perjalanan organisasi. Tugas instruktur tidak mudah, mereka harus siap menderita, sering lapar, dan bahkan menghadapi risiko tinggi seperti kecelakaan saat bertugas,” jelas Iqbal.

 

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen IPNU-IPPNU NTB dalam mencetak kader yang berkualitas, siap mendukung pengembangan organisasi, dan menjawab tantangan masa depan.

Example 120x600
Example 120x600