Verification: 27a3a887773ff714
banner 120x600
banner 120x600

Pimpin NU Loteng Kembali, Pathul Digugat

Pimpin NU Loteng Kembali, Pathul Digugat
Sabolah

PRAYA – Konferensi Cabang (Konfercab) NU ke-12 Kabupaten Lombok Tengah telah digelar di Ponpes Manhalul Ulum Praya, Minggu (31/10). Dalam konfercab ini, H Lalu Pathul Bahri terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua Umum atau Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Loteng untuk yang kedua kalinya. Namun, keabsahan hasil konfercab itu dipertanyakan.

Syamsudin yang juga bakal calon (balon) Ketua Tanfidziyah PCNU Loteng dalam konfercab ke-12 waktu itu, akan menggugat hasil konfercab yang telah memutuskan/menetapkan H Lalu Pathul Bahri sebagai Ketua PCNU Loteng periode 2021-2026. Karena dinilainya melanggar AD/ART dan peraturan organisasi NU.

BANK NTB Syariah

“Ke PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) kita gugat,” tegasnya , Selasa (2/11) kemarin.

Dia mengatakan, keputusan menetapkan H Lalu Pathul Bahri sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Loteng dalam konfercab NU ke- 12 adalah keputusan yang salah. Sebab dinilainya melanggar AD/ART dan Peraturan Organisasi (PO). Dimana, pada pasal 51 ayat 1 poin c ART dinyatakan pengurus harian NU tidak dapat dirangkap dengan jabatan pengurus harian partai politik (parpol).

Selanjutnya dikatakan, dalam PO NU bab 3 pasal 5 ayat 1 dinyatakan jabatan pengurus harian Syuriyah, pengurus harian Tanfidziyah dan pengurus harian Banom (Badan-badan Otonom) pada semua tingkatan tidak dapat dirangkap dengan jabatan pengurus harian parpol pada semua tingkatan.

“Lebih jauh pada pasal 7 ayat 3 juga diatur bahwa pengurus harian partai politik yang mencalonkan diri dan atau dicalonkan untuk menjadi pengurus harian syuriyah/pengurus harian tanfidziyah pada semua tingkatan harus mengundurkan diri dari pengurus harian partai politik yang dibuktikan dengan menyerahkan surat pernyataan pengunduran diri yang bersangkutan secara tertulis di atas kertas bermaterai cukup,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, bukan rahasia umum lagi bahwa H Lalu Pathul Bahri adalah Ketua Partai Gerindra di NTB. Berkaitan dengan itu, Syamsudin menegaskan, bahwa NU adalah organisasi keagamaan yang didirikan para ulama. Yang dilengkapi dengan aturan yang harus dijunjung tinggi. Karena itu dikatakan, tidak boleh menetapkan keputusan berdasarkan selera dan arogansi kekuasaan.

READ  Berhasil Vaksinasi 5.000 Orang di Loteng, Lanjutkan Vaksinator di Lotim dan KLU

“NU bukan organisasi hukum rimba,” tegas mantan Kades Pemepek itu.

Dia sangat menyayangkan keputusan dalam konfercab NU ke- 12 yang menetapkan H Lalu Pathul Bahri yang juga Bupati Loteng sebagai Ketua PCNU Loteng. Sebab dinilainya melanggar AD/ART dan peraturan organisasi. Karena itu, dia akan mengajukan gugatan ke PBNU.

“Sangat disayangkan kesalahan dalam konferwil (Konferensi Wilayah) NU NTB tahun 2007 di Bengkel terulang dalam konfercab NU Lombok Tengah. Bukankah keputusan konferwil pada waktu itu dianulir oleh PBNU. Kenapa masih diulang di konfercab (PBNU) Loteng?,” tutupnya memberi gambaran.

Facebook

Sabolah
banner 120x600
Sabolah

Tinggalkan Balasan

Sabolah
Subscribe for notification