Scroll untuk baca artikel
BeritaDaerahNasional

‎PC GP Ansor Lotim Minta Pengelola Dapur Fokus pada Kualitas dan Keamanan Makanan

×

‎PC GP Ansor Lotim Minta Pengelola Dapur Fokus pada Kualitas dan Keamanan Makanan

Share this article

‎‎Lombok Timur Lombokfokus.com – Terkait banyaknya temuan menu pada Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak sesuai standar gizi dari Badan Gizi Nasional (BGN), Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP ANSOR) Lombok Timur, Muhammad Solihin, minta Pengelola Dapur dan Mitra fokus pada kualitas dan keamanan makanan.

‎‎Dimana, dalam upaya meningkatkan kualitas dan keamanan makanan pada semua dapur di lombok Timur, Solihin berkomitmen menjaga kesehatan dan hak Penerima Manfaat dengan meminta setiap dapur untuk fokus pada beberapa hal penting, termasuk SLHS, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), dan Sistem Jaminan Produk Halal.

IKLAN
Example 120x600

‎‎”SLHS adalah kunci untuk memastikan bahwa air yang digunakan sudah baik dan aman untuk dikonsumsi, dan IPAL juga penting untuk menjaga lingkungan dan mencegah pencemaran,” kata Ketua PC GP Ansor Lotim Muhammad Solihin pada Kamis, 22 Januari 2026.

‎‎Namun yang jauh lebih penting lanjut Solihin, adalah Sistem Jaminan Produk Halal yang harus di penuhi oleh setiap dapur sebelum memulai semua aktifitasnya.

‎‎”Sertifikat Halal bukan hanya sekedar formalitas, melainkan bukti bahwa produk makanan telah memenuhi standar halal yang ditetapkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH),” lanjutnya.

‎‎”Kami mengingatkan kepada pengelola dapur, terutama Mitra Dapur, untuk tidak mengabaikan hakikat dari sertifikat halal itu, Sertifikat halal adalah salah satu kekuatan untuk dapur guna memastikan seluruh proses yang dilakukan oleh dapur itu sesuai dengan seluruh poin-poin amanah dari BPJPH terkait dengan sertifikat Halal itu sendiri,” Tegas Ketua Ansor Lotim.

‎‎Jangan sampai sertifikat halal hanya menjadi simbol di setiap dapur, tapi tidak ada implementasi yang nyata dari pengelola terutama Mitra.

‎‎”Selama ini kami menemukan para pengelola dan Mitra ini tidak serius menjalankan program Presiden ini, hanya terkesan mencari keuntungan, karena kalau serius, maka tidak akan ada ditemukan buah busuk dan siswa yang keracunan,” tutup Solihin.

Example 120x600
Example 120x600