Verification: 27a3a887773ff714

GEMPA dan IPPNU Loteng Berikan Penghargaan untuk Kasat Reskrim Loteng

  • Bagikan
Sabolah
GEMPA dan IPPNU Loteng Berikan Penghargaan untuk Kasat Reskrim Loteng

Praya, Lombok Tengah | Viralnya vidio penolakan laporan oleh AKP. Priyo Suhartono, S.IK (KASAT RESKRIM POLRES Lombok Tengah) Mengundang banyak dukungan dari berbagai pihak, dianataranya datang dari Gerakan Muda Peduli Alam (GEMPA) bersama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) yang memberikan piagam penghargaan kepada Pak Priyo bertempat di MAPOLRES Lombok Tengah (8/7/2020).

Pemberian Piagam penghargaan tersebut merupakan bentuk Apresiasi dari GEMPA dan IPPNU Lombok Tengah kepada AKP. Priyo Suhartono, S.IK selaku KASAT RESKRIM POLRES Lombok Tengah yang telah mendahulukan rasa kemanusiaannya dalam laporan kasus seorang anak yang melaporkan ibunya sendiri.
Pada pertemuan singkat yang dirangkaikan dengan silaturrahim tersebut, ketua GEMPA dan IPPNU Lombok Tengah menjelaskan kepada pak Priyo terkait dengan alasan dan motivasi mereka, memberikan piagam penghargaan kepada pak Priyo.
“Kami (GEMPA dan IPPNU) datang kemari atas dasar keinginan sendiri dan semata mata untuk menyambung silaturrahim GEMPA dan IPPNU Lombok Tengah dengan pak Priyo, dan mau belajar banyak tentang cara menghargai kedua orang tua terkhusus ibu kami”, ujar Alinda (Ketua IPPNU Lombok Tengah).
“Sebab di zaman sekarang banyak anak muda masa kini yang kadang tidak menghargai pengorbanan seorang ibu, sehingga kami sangat mengapresiasi penolakan tersebut, dan kami berterimakasih sekali kepada pak Priyo, sebab melalui vidio singkatnya yg viral tersebut, anak muda bisa belajar banyak tentang penghormatan kepada seorang ibu, jauh diatas segalanya”, tambah wanita yang saat ini masih mengenyam pendidikan di Universitas Nahdlatul Ulama tersebut.
Jaswadi Tahir, S.H., juga menambahkan, bahwa piagam penghargaan yang diberikan oleh GEMPA dan IPPNU kali ini sebenarnya sangat tidak seberapa dibanding dengan apa yang dilakukan olek pak Priyo.
“Piagam penghargaan yang kami berikan kali ini sebenarnya tidak seberapa, sangat tidak sebanding dengan apa yang telah di lakukan oleh pak Priyo, namun kami harap Pak Priyo dan masyarakat tidak menilai dari harga finansialnya melainkan dari nilai yang terkandung didalamnya, yaitu kami akan selalu bersama mereka, siapapun itu yang berani berbuat diluar law in the book demi tegaknya rasa kemanusiaan”, jelasnya.
Pak Priyo yang menyambut kehadiran GEMPA dan IPPNU, sangat berterimakasih atas atensi yang diberikan oleh GEMPA dan IPPNU Lombok Tengah.
Pada kesempatan yang berlansung sekitar 30 menit tersebut, pak Priyo menjelaskan kronologi penolakan laporan tersebut dan menjelaskan berbagai alasan logis terkait penolakan yang dilakukanya tersebut.
“Perlu diketahui bahwa Polri dalam melaksanakan tugasnya, mempunyai hak khusus, yang disebut hak diskresi sebagaimana terdapat dalam Pasal 18 ayat (1) UU 2/2002 tentang Kepolisian Negara RI yang berbunyi ”Untuk kepentingan umum pejabat Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya dapat bertindak menurut penilaiannya sendiri”, selama ia bisa mempertanggung jawabkan yang bersifat situasional, dan itu yang saya lakukan”, jelasnya.
“Begitu juga dalam melaksanakan tugas, ada 3 hal yang tidak boleh dilupakan oleh Polisi, yaitu; Perlindungan, Pengayoman terhadap masyarakat dan penegakan Hukum, sebelum melakukan penegakan hukum, maka dua hal seperti perlindungan dan pengayoman, tidak boleh dilupakan”, tambahnya.
Terakhir pria asal bandung tersebut menegaskan bahwa, pada dasarnya, yang bahasa dan ucapan yang keluar pada saat kejadian tersebut merupakan murni keluar dari hati nuraninya dan bersifat spontanitas.
“Setelah saya berfikir sebenarnya, saya menyesal telah berkata terlalu kasar kepada “M”, tapi itulah adanya bahwa ucapan yang keluar pada saat itu berasal dari hati nurani saya melihat anak yang begitu tega melaporkan ibunya hanya karena hal sepele dan ucapan saya tersebut, keluar secara spontan”.
“Sehingga kepada masyarakat luas saya harapkan, ketika ada permasalahan yang terjadi di tengah keluarga, seyogyanya selesaikanlah terlebih dahulu dengan bermusyawarah, sebelum di laporkan ke pihak yang berwajib, kecuali bila permasalahan tersebut benar-benar berat”, tutupnya.
www.lombokfokus.com

Facebook

READ  Selamat Jalan Pak Jendral TNI Purn Pramono Edhi Wibowo
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Subscribe for notification
Refleksi HANI, Wartiah dan Rumah Aspirasi Gelar Loma Video Kreatif Mantan Wakil Gubernur NTB Wafat Aksi Joget Tiktok di Lombok Viral