Scroll untuk baca artikel

Polemik Kadus, Akses Jalan Warga Terputus

×

Polemik Kadus, Akses Jalan Warga Terputus

Share this article
LOTENG, LOMBOK FOKUS | Pro Kontra  Masyarakat mengakibatkan polemik yang berujung pada pemblokiran/penutupan dan perusakan akses jalan masuk Dusun Pusuk, dengan cara menggali akses jalan hingga tidak dapat dilalui. Rabu, 08/07/2020.
Diketahui kejadian tersebut diakibatkan oleh rasa ketidakpusan  sebagian pendukung Kepala Dusun Pusuk yang diminta mengundurkan diri oleh sebagaian besar warga.
Sebelumnya, warga Dusun Pusuk telah melakukan musyawarah mupakat di Musalla, dihadiri oleh sebagaian besar warga,Kepala Dusun, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Anggota BPD. “Maksud dan tujuan musyawarah ya untuk mencari solusi atas banyaknya masalah yang terjadi. Kesimpulan Hasil kesepakan musyawarah meminta kepada Kepala Dusun untuk segera mengundurkan diri”, Ungkap Sanusi salah satu perwakilan warga yang ditemui wartawan.
Anggota BPD yang hadir menerima dan menampung semua aspirasi, keluh kesah dan tuntutan warga. BPD segera akan menyampaikan Ke Pemdes Bakan secepatnya.tuturnya
Sehari sebelumnya Sanusi bersama warga mendatangi kantor Desa Bakan untuk menemui Kades guna menanyakan tanggapan dan tindakan Kades atas tuntutan warga yang sudah disampaikan oleh anggota BPD. Selasa, 07/07/2020.
Kemudian diketahui bahwa Kepala Desa Bakan Memberikan kewenangan sepenuhnya kepada warga untuk bermusyawarah kembali. Kades lalu membuatkan draf surat pengunduran diri Kadus untuk di tanda tangani.
Sepulang dari Kantor desa,pada malamnya warga berkumpul kembali untuk membahas hasil hearing dan bermusyawarah guna mencari solusi penyelesainnya namun Kadus Pusuk tidak bersedia hadir. 
Keadaan mulai memanas ketika Suparlan (Kadus Pusuk) diminta untuk hadir di mushalla namun menolak dan mengatakan, ” saya tidak siap hadir karena sudah merasa malu dengan warga, sebentar saya tanda tangan surat pengunduran diri dan besok pagi saya yang antar sediri ke Kades”, ungkapnya.
Keesokan harinya tiba tiba jalan akses Dusun Pusuk ditutup dan digali oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Kembali tokoh agama, tokoh masyarakat bersama Babinsa, Babinkamtibmas, Sekdes dan BPD duduk bersama warga bermusyawarah untuk mencari solusi. Dengan simpulan hasil Musyawarah meminta dengan tegas Ke Kadus untuk segera mengundurkan diri.
Suparlan selaku Kadus dalam forum musyawarah siap mengundurkan diri kapanpun saja di minta “Saya siap mengundurkan diri kapanpun diminta,sesuai keinginan warga saya siap tanda tangan”, Tegasnya.
Muta’alli selaku Sekdes Desa Bakan berharap kepada warga agar memberikan kesempatan Ke kadus untuk menyelesaikan jabatanya sampai akhir tahun kurang lebih 6 bulan lagi, nanti diakhir tahun 2020 ini sesuai SK kita proses. Tapi warga masyarakat tetap bersi kukuh agar Kadus segera mengundurkan diri karena dinilai sudah banyak kesalahan.
Kesimpulan hasil musyawarah ini akan segera disampaikan ke Kades untuk ditindak lanjuti. Apapun hasilnya akan di kembalikan ke warga masyarakat dan berharap ini musyawarah terakhir. Adapun keputusan Kades akan segera disampiakan kepada warga.
www.lombokfokus.com
Example 120x600
Example 120x600