Scroll untuk baca artikel

Gelar PkM Bidang Tanaman Pangan, IAIH Pancor Berhasil Berdayakan 300 Hektar Lahan

×

Gelar PkM Bidang Tanaman Pangan, IAIH Pancor Berhasil Berdayakan 300 Hektar Lahan

Share this article

Lombok Timur Lombokfokus.com – Beberapa dosen Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor Lombok Timur yang terhimpun dalam Community Development Masyarakat Tani Sadar Zakat Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di bidang tanaman pangan.

Dimana pengabdian kepada Masyarakat tersebut mengembangkan perogram tanaman dengan luas area tanam sekitar 300 hektar di Pulau Lombok.

IKLAN
Example 120x600

Mereka adalah Dr. Abdul Hayyi Hayyi Akrom sebagai penanggung jawab program, dengan anggota Dr. Ahmad Muzayyin, M. Sofwan, ME, dan M. Rohman Ziadi, M. Fil.

Dr. Abdul Hayyi Akrom yang juga menjadi Wakil Rektor IAIH Pancor mengatakan, bentuk dari program ini adalah memberikan benih padi inbrida label ungu, benih jagung hibrida, benih hortikultura dan pupuk cair organik merk Super ACI secara gratis kepada masyarakat tani sesuai dengan kebutuhan luas area masing-masing dengan syarat mereka berkomitmen membayar zakat pertanian setelah panen sesuai dengan ketentuan agama Islam.

“Tidak ada syarat yang memberatkan petani, Kami hanya minta petani membayar sakit apabila nantinya sudah panen, yaitu zakat pertanian,” jelas Hayyi, Rabu, 19 Februari 2025.

Dan setiap kelompok tani yang menjadi sasaran kegian diberikan kajian kegiatan majlis ilmu yang khusus membahas materi zakat pertanian.

“Selain memberikan bibit geratis, pihak kampus melalui program tersebut juga rutin memberikan kajian-kajian terkait kewajiban dalam membayar zakat,” lanjutnya.

Kegiatan PkM itu sendiri ujar Hayyi, dilaksanakan dalam tiga tahap kegiatan setiap tahun, sejak tahun 2022, 2023, dan 2024 lalu, Masing-masing tahap dilaksanakan untuk 100 hektar lahan.

“Programnya bertahap, mulai dari 2022 lalu sampai 2024 kemarin dengan jumlah lahan sasaran sebanyak 300 hektar,” sambungnya.

Program ini terlaksana atas kemitraan Dosen IAIH Pancor dengan Lembaga Amil Zakat, Infak dan Shadaqah (LAZIS) Muhammadiyah Jawa Tengah dan masyarakat tani yang tersebar di Pulau Lombok.

Lokasi dari kegiatan ini Desa Santong Kec. Kayangan, di Kecamatan Menggala Kabuatpen Lombok Utara, Desa Dara Kunci, Sambelia, Jerowaru, Sembalun di Kabupaten Lombok Timur.

Desa Langko Lingsar, Lombok Barat, Kecamatan Jonggat, Mantang Batukliang di Lombok Tengah, dan Keluruhan Tegal Kota Mataran.

Total luas are tanam dari kegiatan ini seluas 300 hektar yang dilaksanakan pada tiga tahap, pada pelaksanaan tahap pertama, tanaman pangan yang ditanam adalah padi inbrida, jagung hibrida, dan sayur-sayuran (holtikultura).

Untuk tanaman padi tim menyediakan benih padi label ungu berbagai varietas, mulai dari inpari 32, inpari 42, ciherang, cilenyi, mokangga dan varietas lainnya. Untuk tanam jagung tim memberikan benih jagung varietas supra 1.

Sedangkan untuk benih hortikultura, yakni benih kacang panjang, buncis, cabe, pare, dan yang lainnya, sedangkan untuk tahap 2 dan 3 tim fokus pada tanaman padi inbrida.

Menurut Penanggung Jawab Program, Dr. Abdul Hayyi, jumlah benih yang diberikan kepada petani memakai standar pertanian, misalnya untuk luas lahan 1 hektar mendapatkan 40 kg benih padi, dan 3 liter pupuk cair organik.

“Per hektar kami berikan 40 kilo benih dan 1 liter pupuk cair organik,” kata Hayyi.

Dari pelaksanaan program kemitraan LAZISMU Jateng, dosen IAIH Pancor dan masyarakat tani sasaran kegiatan telah berhasil berkonstribusi di bidang ketahanan pangan pada tiga tahap kegiatan dengan menghasilkan gabah padi sekitar 1.250 ton.

Untuk tanaman jagung menghasilkan sekitar 175 ton. Dari total hasil gabah padi dan jagung tersebut dikurangi 5% sebagai zakat pertaniannya oleh masing-masing petani dengan ketentuan nisab 1.323 kg untuk padi, dan 714 kg untuk jagung.

Tim dari LAZISMU Jawa Tengah, Bapak Ikhwan Shoffa, menyampaikan terima kasih atas realisasi program ini dan berharap semua lapisan masyarakat di tengah ummat berkomitmen untuk mensyiarkan kewajiban zakat.

Selain itu, masyarakat tani yang menjadi sasaran kegiatan menyampaikan terima kasih kepada tim dosen IAIH Pancor dan LAZISMU Jateng yang telah melibatkan mereka dalam kegiatan ini, mereka berharap akan banyak kegiatan-kegiatan semacam ini di tengah-tengah mereka.

Sampai berita ini dimuat, tim masih menyelesaikan kegiatan pada beberapa luas arena sekitar 10 hektar yang akan dilaksanakan di Kabupaten Lombok Utara.

“Dr. Abdul Hayyi Akrom berharap kegiatan semacam ini mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi pada berbagai lapisan masyarakat untuk melaksanakan dakwah di bidang pertanian,” tutup Hayyi.

Example 120x600
Example 120x600