Lombok Tengah | Lombok Fokus — Muh. Yakub Kuswara resmi menyerahkan berkas pendaftaran sebagai bakal calon Kepala Desa Pengadang, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (27/8/2026).
Tokoh muda asal Dusun Banar, Pentan tersebut datang ke Kantor Desa Pengadang dengan diantar ratusan pendukung. Kehadiran para pendukung menjadi penyemangat bagi Yakub yang maju dengan membawa slogan “Muda, Kreatif, Inovatif.”
Yakub menyatakan optimistis generasi muda mampu mengambil peran lebih besar dalam pembangunan desa. Ia membawa visi untuk mewujudkan Desa Pengadang yang lebih maju, mandiri, religius, serta memiliki tata kelola pemerintahan yang terbuka dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.
“Niat utama saya adalah mengabdi dan bekerja keras untuk membangun Desa Pengadang sesuai dengan apa yang menjadi harapan masyarakat. Kita tidak bisa berjalan sendiri, tetapi harus bersama-sama dan bersinergi dengan seluruh masyarakat serta para pemangku kepentingan,” kata Muh. Yakub Kuswara.
Dalam visi dan misinya, Yakub menempatkan pembenahan pelayanan masyarakat sebagai salah satu program prioritas. Salah satu gagasan yang ingin dikembangkan adalah digitalisasi pelayanan desa sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan dengan lebih mudah, baik secara online maupun offline.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi dalam pelayanan pemerintahan desa menjadi penting agar masyarakat tidak selalu harus datang langsung ke kantor desa untuk mendapatkan informasi maupun mengakses pelayanan administrasi.
“Pelayanan di tingkat desa menjadi salah satu yang ingin kami benahi. Ke depan, akses pelayanan kepada masyarakat harus semakin mudah. Kita akan mencoba menerapkan digitalisasi, tetapi pelayanan secara langsung atau offline tetap tersedia bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Selain peningkatan pelayanan publik, Yakub juga menaruh perhatian pada kondisi infrastruktur Desa Pengadang. Ia berencana melakukan pemetaan dan mempelajari kebutuhan pembangunan di setiap wilayah desa sebelum menentukan skala prioritas.
Menurut Yakub, pembangunan infrastruktur harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan desa dan dilaksanakan secara efisien. Namun, keterbatasan anggaran tidak boleh membuat pemerintah desa kehilangan kreativitas dalam mencari solusi maupun membangun kerja sama dengan berbagai pihak.
“Kita harus melihat dan mempelajari dulu kebutuhan infrastruktur yang paling prioritas. Kalau anggaran desa terbatas, tentu kita harus kreatif mencari solusi sehingga pembangunan tetap bisa berjalan dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas juga menjadi salah satu hal yang ditekankan Yakub. Jika nantinya mendapat kepercayaan masyarakat untuk memimpin Desa Pengadang, ia menyatakan siap membuka ruang pengawasan terhadap jalannya pemerintahan desa.
Ia menegaskan pemerintahan desa tidak boleh berjalan secara tertutup dan seluruh kebijakan harus berpedoman pada ketentuan serta regulasi yang berlaku.
“Kami ingin pemerintahan desa yang transparan dan terbuka. Media, masyarakat maupun lembaga yang memiliki kewenangan tentu memiliki ruang untuk melakukan pengawasan. Kami tidak ingin melangkah sendiri dan semuanya harus tetap mengikuti aturan yang berlaku,” tegasnya.
Yakub juga menilai pembangunan Desa Pengadang membutuhkan sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan di luar desa.
Baginya, pencalonan sebagai kepala desa bukan semata-mata tentang jabatan, melainkan kesempatan untuk memberikan pengabdian dan menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat.
Meski mengakui pengalaman organisasinya masih terbatas, Yakub mengaku memiliki keyakinan terhadap pengalaman, pengetahuan, semangat belajar, dan kemauan bekerja keras sebagai modal untuk memimpin dan membangun Desa Pengadang.
“Modal utama saya adalah pengabdian kepada masyarakat. Saya mungkin masih memiliki keterbatasan pengalaman organisasi, tetapi saya yakin dengan ilmu, pengalaman, kemauan belajar, dan kerja keras, kita bisa bersama-sama membawa Desa Pengadang menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Dengan membawa semangat muda, kreatif, dan inovatif, Muh. Yakub Kuswara berharap kehadirannya dalam Pemilihan Kepala Desa Pengadang dapat menawarkan gagasan baru dalam tata kelola pemerintahan, peningkatan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, serta penguatan transparansi pemerintahan desa.
Pendaftaran tersebut menjadi langkah awal Muh. Yakub Kuswara dalam mengikuti tahapan Pemilihan Kepala Desa Pengadang. Selanjutnya, proses pencalonan akan mengikuti tahapan verifikasi dan ketentuan yang ditetapkan oleh panitia pemilihan sesuai peraturan yang berlaku.















