Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaEkonomi

Bank NTB Syariah Gandeng PT Wira Karitas Perluas Akses KUR bagi Pekerja Migran Indonesia

×

Bank NTB Syariah Gandeng PT Wira Karitas Perluas Akses KUR bagi Pekerja Migran Indonesia

Sebarkan artikel ini
Bank NTB Syariah Gandeng PT Wira Karitas Perluas Akses KUR bagi Pekerja Migran Indonesia

LOMBOK FOKUS — Upaya memperluas akses pembiayaan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) terus diperkuat di Nusa Tenggara Barat. PT Bank NTB Syariah resmi menjalin kerja sama dengan PT Wira Karitas dalam penjaminan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi calon Pekerja Migran Indonesia.

Perjanjian Kerja Sama (PKS) tersebut ditandatangani di Kantor Utama Bank NTB Syariah, Mataram, Rabu (19/8/2026). Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan akses pembiayaan yang lebih aman, mudah, dan terjangkau bagi masyarakat yang akan bekerja ke luar negeri.

IKLAN
Example 300x600

Penandatanganan kerja sama tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, H. Aidy Furqan, Kepala Bappeda Provinsi NTB, Hj. Baiq Nelly Yuniarti, serta Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTB, Kadir.

Kehadiran sejumlah pemangku kepentingan tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pelindungan PMI, sektor perbankan, dan lembaga penjaminan dalam membangun ekosistem pembiayaan yang lebih inklusif bagi pekerja migran.

KUR PMI Rp9 Juta dengan Tenor Tujuh Bulan

Direktur Utama PT Bank NTB Syariah, Nazaruddin, mengatakan PMI memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian keluarga sekaligus perekonomian nasional. Mereka tidak hanya menjadi pencari nafkah bagi keluarga, tetapi juga berkontribusi terhadap penerimaan devisa negara.

Karena itu, Bank NTB Syariah berkomitmen mencari solusi pembiayaan yang dapat membantu calon PMI memenuhi kebutuhan persiapan dan keberangkatan bekerja ke luar negeri.

“PMI ini adalah pahlawan masa sekarang. Mereka bekerja keras di negeri orang untuk menafkahi keluarga sekaligus memberikan kontribusi bagi negara,” ujar Nazaruddin.

Menurutnya, strategi bank daerah harus dibangun berdasarkan potensi ekonomi daerah. NTB sendiri merupakan salah satu daerah dengan jumlah PMI yang signifikan sehingga kebutuhan terhadap layanan keuangan bagi pekerja migran menjadi bagian penting dari pengembangan bisnis perbankan daerah.

“Kalau kita bicara bank daerah, basisnya harus potensi ekonomi lokal. NTB ini bahkan mengalahkan provinsi besar di Jawa dalam hal jumlah pengiriman PMI ke luar negeri. Karena itu, kami istilahnya jemput bola,” katanya.

Pada tahap awal, Bank NTB Syariah menyiapkan pembiayaan KUR PMI sebesar Rp9 juta untuk setiap calon PMI dengan jangka waktu pengembalian selama tujuh bulan.

Ke depan, skema pembiayaan tersebut akan dikembangkan sesuai kebutuhan penempatan PMI, termasuk untuk tujuan negara-negara di kawasan Eropa.

“Untuk skema awal ini nilainya Rp9 juta dengan tenor tujuh bulan. Ke depan, banyak skema pembiayaan lain yang siap disalurkan. Termasuk untuk penempatan ke Eropa dengan skema delapan bulan, itu juga bisa kita biayai,” jelas Nazaruddin.

Mendorong Pembiayaan yang Aman

Kerja sama dengan PT Wira Karitas diharapkan dapat memberikan alternatif pembiayaan yang lebih aman bagi calon PMI, khususnya dalam memenuhi kebutuhan biaya sebelum keberangkatan.

Dengan adanya akses pembiayaan formal, masyarakat diharapkan tidak lagi bergantung pada sumber pembiayaan nonformal yang berpotensi membebani calon pekerja migran dengan biaya tinggi.

Pembiayaan tersebut juga diharapkan tidak hanya membantu proses keberangkatan, tetapi menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga PMI.

CEO PT Wira Karitas, Maria Ginting, mengatakan kemitraan tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendorong pemberdayaan pekerja migran melalui akses pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Pekerja migran Indonesia memainkan peran penting dalam menafkahi keluarga mereka dan berkontribusi pada perekonomian nasional. Melalui kemitraan ini, kami ingin membantu memastikan bahwa pekerja migran memiliki akses terhadap pembiayaan yang aman, mudah diakses, dan tepat sasaran,” kata Maria.

Menurut Maria, dukungan terhadap PMI tidak seharusnya berhenti pada proses keberangkatan dan penempatan kerja di luar negeri. Pemberdayaan finansial, pengembangan usaha, dan ketahanan ekonomi keluarga juga perlu menjadi bagian dari ekosistem perlindungan pekerja migran.

“Kami berharap kolaborasi kami dengan PT Bank NTB Syariah tidak hanya memperluas akses terhadap pembiayaan, tetapi juga menciptakan peluang yang lebih besar bagi pekerja migran untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kualitas hidup keluarga mereka,” ujarnya.

Dari Pekerja Migran Menuju Kemandirian Ekonomi

Kerja sama antara PT Bank NTB Syariah dan PT Wira Karitas diharapkan menjadi salah satu langkah dalam membangun ekosistem pembiayaan PMI yang lebih kuat.

Akses pembiayaan yang bertanggung jawab dapat membantu calon PMI memenuhi kebutuhan produktif sekaligus membuka peluang bagi keluarga mereka untuk mengembangkan aktivitas ekonomi di daerah asal.

Dengan demikian, kontribusi PMI tidak hanya dilihat dari remitansi yang dikirimkan selama bekerja di luar negeri, tetapi juga dari kemampuan mereka membangun aset, usaha, dan kemandirian ekonomi setelah kembali ke tanah air.

Bagi NTB, langkah tersebut memiliki arti strategis. Besarnya jumlah PMI asal daerah ini membuat penguatan literasi keuangan, akses pembiayaan formal, dan pemberdayaan ekonomi keluarga PMI menjadi bagian penting dalam memperkuat perekonomian daerah.

Melalui sinergi antara perbankan, lembaga penjaminan, pemerintah, dan institusi pelindungan PMI, akses terhadap pembiayaan diharapkan semakin mudah sekaligus tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan perlindungan konsumen.

Pada akhirnya, keberhasilan seorang pekerja migran tidak hanya diukur dari keberhasilannya memperoleh pekerjaan di luar negeri, tetapi juga dari bagaimana hasil kerja tersebut dapat menjadi fondasi bagi kehidupan keluarga yang lebih aman, mandiri, dan sejahtera.

Dari akses pembiayaan menuju kemandirian ekonomi, PMI diharapkan tidak hanya menjadi pahlawan devisa, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi keluarga dan daerah.

Example 300250
Example 120x600
Example 120x600